Kamis, 06 Desember 2012

Dosis Penggunaan Pupuk NPK

Seperti  kita ketahui bahwa kondisi tanah di Indonesia telah mengalami degradasi kesuburan yang begitu tajam. Hal ini  disebabkan tren dikalangan petani di Indonesia dalam menggunakan pupuk kimia sejak awal periode Orde Baru untuk meningkatkan hasil pertanian. Bila pada awal penerapan intensifikasi pertanian,dosis anjuran Pupuk Urea adalah 50-70 kg per hektar. Namun,factor keinginan petani yang ingin memacu hasil panen menyebabkan petani meningkatkan dosis.sehingga dalam kurun waktu 3 dekade dosis pemakaian pupuk urea meningkat drastis.Tidak jarang petani saat ini memupuk padinya 250-300 kg urea perhektar-belum termasuk pupuk kimia lain seperti SP36,ZA,KCL.

Praktek membakar jerami dan melupakan penggunaan pupuk kandang semakin memperparah kondisi tanah pertanian kita yang efek jangka panjangnya adalah semakin turun kualitas dan kuantitas produk pertanian kita.Atas dasar itulah penulis ingin mengangkat hasil penelitian Dr.Ir Sugiyanta,Msi. Dr.Ir.Purwono,MS, Dr.Dwi Guntoro,SP,Msi, Dr.Ir.Anas Dinurrohman,Msi  seperti judul diatas sebagai bahan penyadaran bagi kita untuk lebih memanfaatkan jerami yang selama ini terbuang menjadi bahan organik yang dapat menurunkan penggunaan pupuk kimia tanpa menurunkan hasil.Yang akhirnya dalam jangka panjang petani tergugah untuk kembali memposisi tanah sebagai subyek penting dalam bercocok tanam.Penulis berusaha men-sarikan hasil penelitian tersebut sebagai berikut:

LATAR BELAKANG PENELITIAN:
1.Mempertahankan swsembada beras dalam rangka menunjang ketahanan pangan
2.Penggunaan pupuk NPK anorganik secara intensif tanpa pengembalian bahan organik ke tanah menye Babkan kesuburan tanah menurun sehingga produktifitas cenderung menurun.
3.Pengembalian jerami ke sawah,aplikasi pupuk hayati dapat mengurangi dosis pupuk NPK anorganik tanpa penurunan produktifitas.
4.Verifikasi pada tahun I dan tahun ke II pembenaman jerami dapat mengurangi pupuk NPK sebesar 50% tanpa menurunkan hasil.
5.Penyusunan rekomendasi dan petunjuk teknik teknologi (SOP) reduksi pupuk NPK dalam bentuk video dan rekomendasi bagi kebijakan pemerintah.

LOKASI PENELITIAN
Lokasi penelitian bertempat di Kabupaten Karawang,Indramayu dan Cianjur pada tahun 2011

NILAI EKONOMI JERAMI
Dalam 1 ton jerami terkandung Nitrogen 49 Kg  setara Rp.174.400,-,Phospat 16,1kg setara Rp.114.400,- Kalium/K2O 145kg  setara Rp.1.305.000,-,Kalsium 24,5kg setara Rp.27.470 dan Magnesium 14kg setara Rp.42.000,-.Jika ditotal berjumlah Rp.1.663.270,-

Sebuah fakta yang fantastis mengingat selama ini  jerami  hanya dianggap sebagai sampah yang wajib di buang.Dan jika dikalkulasi secara nasional dengan reduksi 50% dari dosis anjuran pemerintah dengan acuan Urea:250kg,SP36:100kg,KCL:50kg  maka dapat menghemat 3,22 juta ton Urea,1,288 juta ton SP36,dan 664 ribu ton KCL setara dengan Rp. 8,53 triliun pertahun.
Jika memakai parameter pemakaian Pupuk Majemuk NPK dengan acuan NPK:300kg dan Urea:200kg maka terjadi penghematan anggaran Rp.6,5 triliun.

METODE PELAKSANAAN REDUKSI DOSIS PUPUK NPK
1.Panen potong atas.
2.Panen potong bawah kemudian jerami ditebar-aplikasi decomposer dengan dosis 100 cc/ton jerami atau 0,7-1 liter decomposer per ha.
3.Aplikasi Pupuk hayati ke 1 dilakukan sebelum tanam dengan dosis 2 l/ha,Aplikasi  pupuk hayati ke2 dilakukan pada saat umur 2MST dengan dosis 2 liter/ha dan Aplikasi ke -3 dilakukan pada saat umur 4 MST dengan dosis 2 liter/ha.
5.Aplikasi pupuk NPK Anorganik digunakan ½ dosis anjuran /rekomendasi.Aplikasi pupuk NPK seluruhnya diberikan pada saat umur 7 hst,pupuk ditebar dengan kondisi air macak-macak.

POLA PENANAMAN
1.Penanaman dengan system LEGOWO atau Tegel.
2.Jarak tanam 30x15cm (tegel) dan 12,5x25x50cm (Legowo)
3.Bibit umur 10-15 hari
4.Jumlah bibit 1 batang tiap lubang.

HASIL DEMFARM KARAWANG

PERLAKUAN  Jerami+50% NPK+Organik+hayati
Jerami+50% NPK+Organik+hayati
Jerami+50%NPk +Organik+hayati
Jerami+50% NPK+Organik+hayati
100% NPK
Hasil (ton/ha)
MT-1              MT-2             MT-3                  Rataan7,6 ton           8,8 ton          9,4 ton               8,6 ton 9,1                   10,4              8,8                      9,4
8,9                    7,9                8,8                      8,5
9,7                    6,8                8,1                      8,2
8,7                    8,6                8,6                      8,9

HASIL DEMFARM INDRAMAYU

PERLAKUAN  Jerami+50% NPK+Organik+hayati
Jerami+50% NPK+Organik+hayati
Jerami+50%NPk +Organik+hayati
100% NPK
Hasil (ton/ha)
MT-1              MT-2             MT-3                  Rataan11,2                11,2               10                         10,8 10,5                 9,2                 10,5                     10,0
10,5                 10,5              10,4                      10,4
10,2                  9,8                10,1                     10,7

HASIL DEMFARM CIANJUR
                                                                                                                                                         
PERLAKUAN  Jerami+50% NPK+Organik+hayati
Jerami+50% NPK+Organik+hayati
Jerami+50%NPk +Organik+hayati
100% NPK
Hasil (ton/ha)
MT-1              MT-2             MT-3                  Rataan12,3                12,3               10,56                  11,62 11,2                 10,8              10,72                  10,9
10,04               10,72            11,84                  11,2
11,84               10,2               8,64                    10,2

HASIL PENGAMATAN LAPANGAN
1.Tanah dengan pembenaman jerami dan aplikasi pupuk hayati memiliki soluk lebih dalam,lebih lunak,dan berwarna lebih gelap dibandingkan yan hanya dipupuk NPK dosis 100% tanpa pengembalian jerami dan aplikasi pupuk hayati.
2.Lahan dengan pembenaman jerami dan aplikasi pupuk hayati memiliki gulma lebih banyak demikian juga musuh alami dibandingkan lahan dengan 100% dosis pupuk NPK tanpa pegembalian jerami dan aplikasi pupuk hayati.
3.Jumlah anakan lebih banyak,tetapi warna daun lebih hijau muda dibandingkan tanaman pada pemupukan 100 % dosis NPK.
4.Serangan hama dan penyakit lebih rendah dibandingkan petakan NPK dosis penuh.

KESIMPULAN
1.Pengurangan dosis pupuk NPK sebesar 50% (400 ke 200 kg/ha) pada padi sawah dengan pembenaman jerami +pupuk hayati(mengandung decomposer dan fungsional)memberikan hasil yang tidak berbeda  dengan aplikasi 100% pupuk NPK.
2.Diperlukan diseminasi ke semua pelaku produksi padi agar teknologi reduksi pupuk anorganik NPK dengan pembenaman jerami segera menyebar.

0 komentar:

Poskan Komentar

tolong komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada

 
Created By HolisgokiLz CORPORATION | CONSULTAN IT dan HACKER INTELEKTUAL | Tehnik Informatika 2009