Tampilkan postingan dengan label Dongeng Anak Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dongeng Anak Indonesia. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 16 Februari 2013
Kisah Seorang Perampok Dan Anak Kecil Buta
Moore adalah seorang dokter terkenal
dan dihormati, melalui tangannya sudah tak terhitung nyawa yang
diselamatkan, dia tinggal disebuah kota tua di Prancis. 20 tahun yang
lalu dia adalah seorang narapidana, kekasihnya mengkhianati dia lari
kepelukan lelaki lain, karena emosinya dia melukai lelaki tersebut, maka
dia dari seorang mahasiswa di universitas terkenal menjadi seorang
narapidana, dia dipenjara selama 3 tahun.
Setelah dia keluar dari penjara,
kekasihnya telah menikah dengan orang lain, karena statusnya sebagai
bekas narapidana menyebabkannya ketika melamar pekerjaan menjadi bahan
ejekan dan penghinaan. Dalam keadaan sakit hati, Moore memutuskan akan
menjadi perampok. Dia telah mengincar di bagian selatan kota ada sebuah
rumah yang akan menjadi sasarannya, para orang dewasa dirumah tersebut
semuanya pergi bekerja sampai malam baru pulang kerumah, didalam rumah
hanya ada seorang anak kecil buta yang tinggal sendirian.
Dia pergi kerumah tersebut mencongkel
pintu utama membawa sebuah pisau belati, masuk kedalam rumah, sebuah
suara lembut bertanya, “Siapa itu?” Moore sembarangan menjawab, “Saya
adalah teman papamu, dia memberikan kunci rumah kepadaku.”
Anak kecil ini sangat gembira, tanpa
curiga berkata, “Selamat datang, namaku Kay, tetapi papaku malam baru
sampai ke rumah, paman apakah engkau mau bermain sebentar dengan saya?”
Dia memandang dengan mata yang besar dan terang tetapi tidak melihat
apapun, dengan wajah penuh harapan, di bawah tatapan memohon yang tulus,
Moore lupa kepada tujuannya, langsung menyetujui.
Yang membuat dia sangat terheran-heran
adalah anak yang berumur 8 tahun dan buta ini dapat bermain piano dengan
lancar, lagu-lagu yang dimainkannya sangat indah dan gembira, walaupun
bagi seorang anak normal harus melakukan upaya besar sampai ke tingkat
seperti anak buta ini, setelah selesai bermain piano anak ini melukis
sebuah lukisan yang dapat dirasakan didalam dunia anak buta ini, seperti
matahari, bunga, ayah-ibu, teman-teman, dunia anak buta ini rupanya
tidak kosong, walaupun lukisannya kelihatannya sangat canggung, yang
bulat dan persegi tidak dapat dibedakan, tetapi dia melukis dengan
sangat serius dan tulus.
“Paman, apakah matahari seperti ini?”
Moore tiba-tiba merasa sangat terharu, lalu dia melukis di telapak
tangan anak ini beberapa bulatan, “Matahari bentuknya bulat dan terang,
dan warnanya keemasan.”
“Paman, apa warna keemasan itu?” dia
mendongakkan wajahnya yang mungil bertanya, Moore terdiam sejenak, lalu
membawanya ketempat terik matahari, “Emas adalah sebuah warna yang
sangat vitalitas, bisa membuat orang merasa hangat, sama seperti kita
memakan roti yang bisa memberi kita kekuatan.“
Anak buta ini dengan gembira dengan
tangannya meraba ke empat penjuru, “Paman, saya sudah merasakan, sangat
hangat, dia pasti akan sama dengan warna senyuman paman.“ Moore dengan
penuh sabar menjelaskan kepadanya berbagai warna dan bentuk barang, dia
sengaja menggambarkan dengan hidup, sehingga anak yang penuh imajinatif
ini mudah mengerti. Anak buta ini mendengar ceritanya dengan sangat
serius, walaupun dia buta, tetapi rasa sentuh dan pendengaran anak ini
lebih tajam dan kuat daripada anak normal, tanpa terasa waktu berlalu
dengan cepat.
Akhirnya, Moore teringat tujuan
kedatangannya, tetapi Moore tidak mungkin lagi merampok. Hanya karena
kecaman dan ejekan dari masyarakat dia akan melakukan kejahatan lagi,
berdiri di hadapan Kay dia merasa sangat malu, lalu dia menulis sebuah
catatan untuk orang tua Kay, “Tuan dan nyonya yang terhormat, maafkan
saya mencongkel pintu rumah kalian, kalian adalah orang tua yang hebat,
dapat mendidik anak yang demikian baik, walaupun matanya buta, tetapi
hatinya sangat terang, dia mengajarkan kepada saya banyak hal, dan
membuka pintu hati saya.”
Tiga tahun kemudian, Moore menyelesaikan kuliahnya di universitas kedokteran, dan memulai karirnya sebagai seorang dokter.
Enam tahun kemudian, dia dan
rekan-rekannya mengoperasi mata Kay, sehingga Kay bisa melihat keindahan
dunia ini, kemudian Kay menjadi seorang pianis terkenal, yang
mengadakan konser ke seluruh dunia, setiap mengadakan konser, Moore akan
berusaha menghadirinya, duduk disebuah sudut yang tidak mencolok,
mendengarkan music indah menyirami jiwanya yang dimainkan oleh seorang
pianis yang dulunya buta.
Ketika Moore mengalami kekecewaan
terhadap dunia dan kehidupannya, semangat dan kehangatan Kay kecil yang
buta ini yang memberikan kehangatan dan kepercayaan diri kepadanya, Kay
kecil yang tinggal didalam dunia yang gelap, sama sekali tidak pernah
putus asa dan menyia-nyiakan hidupnya, dia membuat orang menyadari
betapa besar vitalitas dalam hidup ini, vitalitas dan semangat ini
menyentuh ke dasar hati Moore.
Cinta dan harapan akan dapat membuat
seseorang kehilangan niat melakukan kejahatan, sedikit harapan mungkin
bisa menyembuhkan seorang yang putus asa, atau bahkan bisa mengubah
nasib kehidupan seseorang atau kehidupan banyak orang, seperti Moore
yang telah membantu banyak orang, ketika mengalami putus asa maka
bukalah pintu hatimu, maka cahaya harapan akan menyinari hatimu.
Misteri Gunung Gede Pangrango

Kadangkala pendaki yang berada di kawasan alun-alun Surya Kencana akan mendengar suara kaki kuda yang berlarian, tapi kuda tersebut tidak terlihat wujudnya. Konon, kejadian ini pertanda Pangeran Surya Kencana datang ke alun-alun dengan dikawal oleh para prajurit. Selain itu para pendaki kadang kala akan melihat suatu bangunan istana.
Alun-alun Surya Kencana berupa sebuah
lapangan datar dan luas pada ketinggian 2.750m dpl, di sebelah timur
puncak Gede, merupakan padang rumput dan padang edelweiss. Surya Kencana
adalah nama seorang putra Pangeran Aria Wiratanudatar (pendiri kota
Cianjur) yang beristrikan seorang putri jin. Pangeran Surya Kencana
memiliki dua putra : Prabu Sakti dan Prabu Siliwangi.
Kawasan Gunung Gede merupakan tempat
bersemayam Pangeran Surya Kencana. Beliau bersama rakyat jin, menjadikan
alun – alun sebagai lumbung padi yang disebut Leuit Salawe, Salawe
Jajar, dan kebun kelapa salawe tangkal, salawe manggar.
Petilasan singgasana Pangeran Surya
Kencana berupa sebuah batu besar berbentuk pelana. Hingga kini,
petilasan tersebut masih berada di tengah alun-alun, dan disebut Batu
Dongdang yang dijaga oleh Embah Layang Gading. Sumber air yang berada di
tengah alun-alun, dahulu merupakan jamban untuk keperluan minum dan
mandi.
Di dalam hutan yang mengitari Alun-alun
Surya Kencana ini ada sebuah situs kuburan kuno tempat bersemayam Prabu
Siliwangi. Pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi yang menguasai Jawa
Barat, terjadi peperangan melawan Majapahit. Selain itu Prabu Siliwangi
juga harus berperang melawan Kerajaan Kesultanan Banten. Setelah
menderita kekalahan yang sangat hebat Prabu Siliwangi melarikan diri
bersama para pengikutnya ke Gunung Gede.
Sekitar gunung Gede banyak terdapat
petilasan peninggalan bersejarah yang dianggap sakral oleh sebagian
peziarah, seperti petilasan Pangeran Suryakencana, putri jin dan Prabu
Siliwangi. Kawag Gunung Gede yang terdiri dari, Kawah Ratu, Kawah
Lanang, dan Kawah Wadon, dijaga oleh Embah Kalijaga. Embah Serah adalah
penjaga Lawang Seketeng (pintu jaga) yang terdiri atas dua buah batu
besar. Pintu jaga tersebut berada di Batu Kukus, sebelum lokasi air
terjun panas yang menuju kearah puncak.
Eyang Jayakusumah adalah penjaga Gunung
Sela yang berada disebelah utara puncak Gunung Gede. Sedangkan Eyang
Jayarahmatan dan Embah Kadok menjaga dua buah batu dihalaman parkir
kendaraan wisatawan kawasan cibodas. Batu tersebut pernah dihancurkan,
namun bor mesin tidak mampu menghancurkannya. Dalam kawasan Kebun Raya
Cibodas, terdapat petilasan/ makam Eyang Haji Mintarasa.
Pangeran Suryakencana menyimpan hartanya
dalam sebuah gua lawa/walet yang berada di sekitar air terjun Cibeureum.
Gua tersebut dijaga oleh Embah Dalem Cikundul. Tepat berada di
tengah-tengah air terjun Cibeureum ini terdapat sebuah batu besar yang
konon adalah perwujudan seorang pertapa sakti yang karena bertapa sangat
lama dan tekun sehingga berubah menjadi batu. Pada hari kiamat nanti
barulah ia akan kembali berubah menjadi manusia.
Bagikan :
Like this:
Be the first to like this.
Kisah Pahitnya Si Buah Maja
Posted: Januari 15, 2012 in Dongeng & Cerita Anak, For Your KidKaitkata:Anak, cerita, cerita anak, dongeng, kid
0
2 Votes

Konon, buah maja ini yang menginspirasi nama kerajaan besar Majapahit, kerajaan besar di Jawa.
Nah, di Sumba pohon maja ini juga ada banyaaak sekali. Aku mendengar kisahnya dari seekor burung kecil.
Alkisah ada sebutir benih mungil di tanah yang tidak terlalu subur. Namanya benih Maja.
Kasihan sekali Si Maja, ia bagaikan terperangkap dan kelaparan di tanah yang kering.Maja kecil itu menangis diam-diam.
Sedih sekali hatinya harus menderita
seperti itu. Karena lemas tanpa makanan yang cukup, ia merasa sangat
mengantuk. Matanya sudah hampir terpejam. Namun, tiba-tiba suatu suara
menyapanya.
“Jangan tertidur, benih kecil. Ayo
berusaha lagi serap makanan di sini. Memang cuma sedikit, sih, tapi
berusahalah,” ujar Bibi Ubi.
“Negeri di atas tanah indah sekali, lo.
Kalau kamu bisa bertahan, kamu bisa melihat langit yang biru, dedaunan
hijau, udara segar, pelangi,” tambahnya lagi.
“Ah, dan suara burung itu begitu merdu, Nak. Kakek suka sekali mendengarnya,” ucap Kakek Wortel dari sebelah kirinya.
“Lalu saat nanti kau sudah berbuah,
manusia akan memakan buahmu dan memuji rasanya. Wuah… kalau itu terjadi,
aku senang sekali! Aku merasa perjuanganku untuk tumbuh besar tidak
sia-sia.
Kita beri makan manusia dan manusia yang
bebas bergerak dan punya akal akan membantu merawat kita, langit,
dedaunan, dan semua hal cantik di bumi,” lanjut Paman Jagung.
Langit? Daun? Pelangi? Burung? Manusia?
Maja tidak pernah mendengar soal itu. Bibi Ubi, Kakek Wortel, dan Paman
Jagung dengan sabar menerangkan kepadanya.
Tuan Cacing yang baik hati juga mampir
dan membantu sedikit menggemburkan tanah di sekitar benih kecil itu,
membuat ia bisa bernafas lebih lega. Ah, semua itu membuat Maja bertekad
untuk terus tumbuh dan tumbuh.
Namun, betapa susahnya! Alam tahun itu amat tidak bersahabat. Musim hujan itu hawanya dingiiiiin sekali. Tuan

Cacing tidak pernah lagi berkunjung. Ia meringkuk di dalam lubangnya.
Paman Jagung, Bibi Ubi, dan Kakek Wortel berusaha bertahan, tetapi akhirnya mereka pun menghembuskan nafas terakhir.
Mereka berpesan kepada Maja untuk terus bertahan.
Maka Maja kecil harus bertahan sendirian dalam kesepian.
Maka Maja kecil harus bertahan sendirian dalam kesepian.
Akhirnya musim hujan berhenti. Maja
senang sekali mendapati dirinya mulai bertunas. Lalu, musim panas tiba,
tetapi ooh… hawanya panaaaas sekali.
Tanah di sekitar benih mungil itu tidak
subur sama sekali. Kering, meranggas, meretak, dan seperti berkapur.
Namun, Maja terus berusaha bertahan.
Diaturnya pasokan makanan yang hanya
sedikit itu agar tunasnya bisa bertahan hidup dan bertumbuh tinggi dan
tinggi menembus tanah.
Saat akhirnya Maja menembus tanah,
semilir angin membelainya. Dunia memang seindah yang diceritakan
teman-temannya dulu. Langit indah membiru. Awan putih menggumpal. Dan
cahaya keemasan matahari meneranginya. Tanpa terasa air matanya menetes
penuh haru.
“Piap piap…” Seekor burung kecil hinggap
dan berkicau di sampingnya. Maja itu merasa hatinya hangat. Ia dan
burung kecil itu segera bersahabat. Hari itu semuanya begitu indah dan
menyenangkan.
Akhirnya, tahun-tahun berlalu, iklim-iklim sulit berhasil dilaluinya. Tiba-tiba didapatinya dirinya mulai berbuah!
Maja kecil yang kini sudah besar itu
semakin giat menyalurkan makanan ke buahnya. Ia sangat berharap buahnya
yang manis akan disukai manusia dan memberi kekuatan kepada mereka
untuk menjaga bumi.
Namun, huhuhu… sedihnya… ia mendengar
orang-orang menyebutnya Majapahit. Kabarnya karena salah satu prajurit
Majapahit memakan buah maja dan bilang kalau rasa buah maja itu pahit!
Betapa inginnya ia berteriak kepada
mereka bahwa prajurit itu memakan buah maja yang belum masak. Betapa
inginnya ia menunjukkan kepada mereka bahwa buahnya manis.
Walaupun pahit perjuangannya untuk menumbuhkan buah, tetapi buahnya yang sudah masak beraroma harum dan airnya manis.
Burung kecil sahabatnya menenangkan si
buah maja. Dia berjanji akan terbang ke seluruh dunia, memberitakan
bahwa biarpun terlanjur dicap pahit, buah maja itu sebetulnya manis.
Dan kalau ia mati, keturunannya akan
terus mengabarkan berita manisnya buah maja. Ya, itulah yang diceritakan
cucu buyut burung kecil itu kepadaku pada suatu sore. Karena itu
kutuliskan cerita ini agar kau tahu cerita perjuangan buah maja.
Betapa kuatnya ia, betapa ia tahan pada cuaca ekstrem, dan betapa perjuangan pahitnya telah berbuah manis.
Posted in: Dongeng Anak IndonesiaRabu, 12 Desember 2012
Kisah Semut Dan Kepompong
Sekarang kita akan membaca kisah yang lain yaitu dongeng anak indonesia tentang si Semut dan Si Kepompong. Begini ceritanya :
Dikisahkan ada sebuah hutan yang sangat lebat, tinggallah disana bermacam-macam hewan, mulai dari semut, gajah, harimau, badak, burung dan sebagainya. Pada suatu hari datanglah badai yang sangat dahsyat. Badai itu datang seketika sehingga membuat panik seluruh hewan penghuni hutan itu. Semua hewan panik dan berlari ketakutan menghindari badai yang datang tersebut.
Posted in: Dongeng Anak IndonesiaKisah Bunga Kembang Sepatu Raksasa
Dahulu kala ada seorang rajay ang bernama raja Diandras, Raja ini sangat arif dan bijaksana dalam memimpin kerajaannya. Sampai suatu saat raja mengalami sakit yang parah, berpuluh-puluh tabib dari negeri seberang didatangkan dari negeri seberang untuk mengobati penyakit sang raja, namun tidak satupun yang berhasil mengobatidan menyembuhkan penyakit sang raja. Akhirnya diadakan sayembara kerajaan yang di umumkan di tengah alun-alun kerajaan.
Posted in: Dongeng Anak IndonesiaCerita Si Kancil Dengan Seruling Ajaib
Tak jauh dari tempat si kancil, ternyata ada seekor harimau yang sedang terbuai oleh hembusan angin yang datangnya dari pepohonan bambu. Angin sepoi-sepoi membuat harimau ini menjadi sangat mengantuk, tiupan angin menerpa pohon-pohon bambu membuat suara yang merdu seperti suling dan membuat sang harimau semakin terlelap. Tetapi tak lama kemudian ia mendengar suara derit pohon bambu dimana sang kancil tadi terjepit. "Suara apa itu"?" kata sang harimau penasaran.
Akhirnya sang harimau memutuskan untuk mencari dimana sumber suara tadi berasal, ternyata tidak jauh dari tempatnya, dia melihat si kancil sedang berusaha melepaskan diri dari lilitan pohon bambu kecil yang menjepit tubuhnya. "Ah, sungguh kebetulan sekali, aku sedang lapar dan didepanku ada seekor kancil yang gemuk untuk disantap, aarrmm" si harimau sangat girang melihat ada santapan siang baginya.
Sontak si kancil kaget bukan kepalang, "Oh, harimau yang baik, jangan kau jadikan aku santapan siangmu, sebenarnya aku sedang bermain suling ajaib, jika kau ingin memainkan suling ini, aku akan mengajarimu bagaimana meniup suling ajaib ini, jika kau mau mengabulkan permintaanku", kata si kancil harap-harap cemas.
"Baiklah, aku sangat senang mendengarkan dan ingin bermain suling ajaib itu, lalu apa permintaanmu, kancil?" tanya harimau. "Kau longgarkan bambu kecil ini yang melilitku dan kau masukkan kepalamu kesini serta julurkan lidahmu agar suara suling ajaib itu berbunyi". Tanpa berfikir panjang lagi si harimau segera melonggarkan bambu yang melilit tubuh kancil yang kecil itu kemudian menuruti perintah si kancil. Si kancil pun terbebas.
"Nah sekarang, masukkan kepalamu dan julurkan lidahmu ke bambu itu" perintah kancil, si harimau karena ingin sekali belajar meniup suling ajaib langsung menurut perintah kancil. "jika kamu ingin suara suling itu merdu, kau harus latihan sendiri dulu, aku ingin pulang sebentar untuk minum, maklum latihannya lama sekali tadi jadi aku sangat haus", "Yah kancil, kenapa kau tinggalkan aku, aku tidak bisa belajar sendiri nih" kata harimau memelas.
"Tenang saja, nanti aku balik lagi kok, kalau suara sulingnya kecil berarti kau harus meniup dengan kencang..jangan patah semangat yah...". Kancilpun langsung ambil langkah seribu meninggalkan si harimau. Tinggal harimau kini terjepit di sela-sela pohon bambu. Angin bertiup kencang menerpa pohon bambu sehingga menimbulkan bunyi seperti suling "Hore..hore..aku bisa meniup suling ajaib" sorak harimau kegirangan. Dia baru sadar kini tubuhnya semakin terjepit keras oleh pohon bambu yang melilitnya.
"Ya ampun, kenapa aku bodoh sekali, ternyata bunyi suling ajaib itu adalah dari hembusan angin, bukan dari lidahku, sekarang lidahku malah terjepit bambu ini", harimau kini berusaha melepaskan dirinya dari jepitan pohon bambu, dan setelah terlepas dia kembali lagi beristirahat.
Posted in: Dongeng Anak IndonesiaKisah si Kancil Petani Dan Buaya
Si kancil yang licik dan cerdik adalah tokoh favorit di blog dongeng anak indonesia ini. Sebagai tokoh dongeng anak yang sering membuat petani sangat marah ketika si kancil mencuri ketimun, juga membuat sang buaya lemah tidak berdaya ketika di tipu oleh kelicikan sikancil. Nah Kali ini si kancil akan mendapatkan pelajaran dari apa yang telah ia lakukan sebelumnya.
Suatu pagi, pak petani sedang menanam biji ketimun di belakang rumahnya. Lalu datanglah si kancil menemui pak petani tersebut. "Selamat pagi, pak?", kata si kancil. Mendengar kancil datang, spontan saja si petani marah dan mengusir si kancil. "Apa yang ingin kau lakukan diladang milikku?" tanya si petani kepada si kancil. "Oh, maaf pak petani kalau aku mengagetkan, kedatangan ku kemari adalah ingin melihat bagaimana cara menanam biji ketimun, pak", kata si kancil.
Suatu pagi, pak petani sedang menanam biji ketimun di belakang rumahnya. Lalu datanglah si kancil menemui pak petani tersebut. "Selamat pagi, pak?", kata si kancil. Mendengar kancil datang, spontan saja si petani marah dan mengusir si kancil. "Apa yang ingin kau lakukan diladang milikku?" tanya si petani kepada si kancil. "Oh, maaf pak petani kalau aku mengagetkan, kedatangan ku kemari adalah ingin melihat bagaimana cara menanam biji ketimun, pak", kata si kancil.
Posted in: Dongeng Anak IndonesiaPetani Jagung Yang Beruntung
Posted in: Dongeng Anak IndonesiaKisah si Badu Anak Nakal Dan Pohon Mangga Tua.
Alkisah ada sebuah yang dikenal dengan kampung mangga disebuah negeri antah berantah, kenapa desa itu disebut kampung mangga, sudah pasti desa tersebut terkenal dengan hasil buah mangga yang sangat manis dan harum sekali. Tak jarang banyak sekali orang dari kampung tetangga yang datang untuk membeli mangga dari kampung mangga yang sangat terkenal manis dan harum itu.
Posted in: Dongeng Anak IndonesiaSemut dan Belalang
Pada siang hari di akhir musim gugur, satu keluarga semut yang telah bekerja keras sepanjang musim panas untuk mengumpulkan makanan, mengeringkan butiran-butiran gandum yang telah mereka kumpulkan selama musim panas. Saat itu seekor belalang yang kelaparan, dengan sebuah biola di tangannya datang dan memohon dengan sangat agar keluarga semut itu memberikan sedikit makan untuk dirinya.
"Apa!" teriak sang Semut dengan terkejut, "tidakkah kamu telah mengumpulkan dan menyiapkan makanan untuk musim dingin yang akan datang ini? Selama ini apa saja yang kamu lakukan sepanjang musim panas?"
Posted in: Dongeng Anak IndonesiaTujuh Burung Gagak
Dahulu, ada seorang laki-laki yang memiliki tujuh orang anak laki-laki, dan laki-laki tersebut belum memiliki anak perempuan yang lama diidam-idamkannya. Seriiring dengan berjalannya waktu, istrinya akhirnya melahirkan seorang anak perempuan. Laki-laki tersebut sangat gembira, tetapi anak perempuan yang baru lahir itu sangat kecil dan sering sakit-sakitan. Seorang tabib memberitahu laki-laki tersebut agar mengambil air yang ada pada suatu sumur dan memandikan anak perempuannya yang sakit-sakitan dengan air dari sumur itu agar anak tersebut memperoleh berkah dan kesehatan yang baik. Sang ayah lalu menyuruh salah seorang anak laki-lakinya untuk mengambil air dari sumur tersebut. Enam orang anak laki-laki lainnya ingin ikut untuk mengambil air dan masing-masing anak laki-laki itu sangat ingin untuk mendapatkan air tersebut terlebih dahulu karena rasa sayangnya terhadap adik perempuan satu-satunya. Ketika mereka tiba di sumur dan semua berusaha untuk mengisi kendi yang diberikan kepada mereka, kendi tersebut jatuh ke dalam sumur. Ketujuh anak laki-laki tersebut hanya terdiam dan tidak tahu harus melakukan apa untuk mengambil kendi yang jatuh, dan tak satupun dari mereka berani untuk pulang kerumahnya.
Posted in: Dongeng Anak IndonesiaBurung Gagak dan Sebuah Kendi
Pada suatu musim yang sangat kering, dimana saat itu burung-burungpun sangat sulit mendapatkan sedikit air untuk diminum, seekor burung gagak menemukan sebuah kendi yang berisikan sedikit air. Tetapi kendi tersebut merupakan sebuah kendi yang tinggi dengan leher kendi sempit. Bagaimanapun burung gagak tersebut berusaha untuk mencoba meminum air yang berada dalam kendi, dia tetap tidak dapat mencapainya. Burung gagak tersebut hampir merasa putus asa dan merasa akan meninggal karena kehausan.
Kemudian tiba-tiba sebuah ide muncul dalam benaknya. Dia lalu mengambil kerikil yang ada di samping kendi, kemudian menjatuhkannya ke dalam kendi satu persatu. Setiap kali burung gagak itu memasukkan kerikil ke dalam kendi, permukaan air dalam kendipun berangsur-angsur naik dan bertambah tinggi hingga akhirnya air tersebut dapat di capai oleh sang burung Gagak.
Walaupun sedikit, pengetahuan bisa menolong diri kita pada saat yang tepat.
Posted in: Dongeng Anak IndonesiaPemerah Susu dan Ember nya
Seorang wanita pemerah susu telah memerah susu dari beberapa ekor sapi dan berjalan pulang kembali dari peternakan, dengan seember susu yang dijunjungnya di atas kepalanya. Saat dia berjalan pulang, dia berpikir dan membayang-bayangkan rencananya kedepan."Susu yang saya perah ini sangat baik mutunya," pikirnya menghibur diri, "akan memberikan saya banyak cream untuk dibuat. Saya akan membuat mentega yang banyak dari cream itu dan menjualnya ke pasar, dan dengan uang yang saya miliki nantinya, saya akan membeli banyak telur dan menetaskannya, Sungguh sangat indah kelihatannya apabila telur-telur tersebut telah menetas dan ladangku akan dipenuhi dengan ayam-ayam muda yang sehat. Pada suatu saat, saya akan menjualnya, dan dengan uang tersebut saya akan membeli baju-baju yang cantik untuk di pakai ke pesta. Semua pemuda ganteng akan melihat ke arahku. Mereka akan datang dan mencoba merayuku, tetapi saya akan mencari pemuda yang memiliki usaha yang bagus saja!"
Posted in: Dongeng Anak IndonesiaDua Ekor Kambing
Dua ekor kambing berjalan dengan gagahnya dari arah yang berlawanan di sebuah pegunungan yang curam, saat itu secara kebetulan mereka secara bersamaan masing-masing tiba di tepi jurang yang dibawahnya mengalir air sungai yang sangat deras. Sebuah pohon yang jatuh, telah dijadikan jembatan untuk menyebrangi jurang tersebut. Pohon yang dijadikan jembatan tersebut sangatlah kecil sehingga tidak dapat dilalui secara bersamaan oleh dua ekor tupai dengan selamat, apalagi oleh dua ekor kambing. Jembatan yang sangat kecil itu akan membuat orang yang paling berani pun akan menjadi ketakutan. Tetapi kedua kambing tersebut tidak merasa ketakutan. Rasa sombong dan harga diri mereka tidak membiarkan mereka untuk mengalah dan memberikan jalan terlebih dahulu kepada kambing lainnya.
Posted in: Dongeng Anak IndonesiaKeledai dan Garam Muatannya
Seorang pedagang, menuntun keledainya untuk melewati sebuah sungai yang dangkal. Selama ini mereka telah melalui sungai tersebut tanpa pernah mengalami satu pun kecelakaan, tetapi kali ini, keledainya tergelincir dan jatuh ketika mereka berada tepat di tengah-tengah sungai tersebut. Ketika pedagang tersebut akhirnya berhasil membawa keledainya beserta muatannya ke pinggir sungai dengan selamat, kebanyakan dari garam yang dimuat oleh keledai telah meleleh dan larut ke dalam air sungai. Gembira karena merasakan muatannya telah berkurang sehingga beban yang dibawa menjadi lebih ringan, sang Keledai merasa sangat gembira ketika mereka melanjutkan perjalanan mereka.Pada hari berikutnya, sang Pedagang kembali membawa muatan garam. Sang Keledai yang mengingat pengalamannya kemarin saat tergelincir di tengah sungai itu, dengan sengaja membiarkan dirinya tergelincir jatuh ke dalam air, dan akhirnya dia bisa mengurangi bebannya kembali dengan cara itu.
Posted in: Dongeng Anak IndonesiaSi Pelit
Seorang yang sangat pelit mengubur emasnya secara diam-diam di tempat yang dirahasiakannya di tamannya. Setiap hari dia pergi ke tempat dimana dia mengubur emasnya, menggalinya dan menghitungnya kembali satu-persatu untuk memastikan bahwa tidak ada emasnya yang hilang. Dia sangat sering melakukan hal itu sehingga seorang pencuri yang mengawasinya, dapat menebak apa yang disembunyikan oleh si Pelit itu dan suatu malam, dengan diam-diam pencuri itu menggali harta karun tersebut dan membawanya pergi.Ketika si Pelit menyadari kehilangan hartanya, dia menjadi sangat sedih dan putus asa. Dia mengerang-erang sambil menarik-narik rambutnya.
Satu orang pengembara kebetulan lewat di tempat itu mendengarnya menangis dan bertanya apa saja yang terjadi.
"Emasku! oh.. emasku!" kata si Pelit, "seseorang telah merampok saya!"
Posted in: Dongeng Anak IndonesiaDua Orang Pengembara dan Seekor Beruang

Dua orang berjalan mengembara bersama-sama melalui sebuah hutan yang lebat. Saat itu tiba-tiba seekor beruang yang sangat besar keluar dari semak-semak di dekat mereka.Salah satu pengembara, hanya memikirkan keselamatannya dan tidak menghiraukan temannya, memanjat ke sebuah pohon yang berada dekat dengannya. Pengembara yang lain, merasa tidak dapat melawan beruang yang sangat besar itu sendirian, melemparkan dirinya ke tanah dan berbaring diam-diam, seolah-olah dia telah meninggal. Dia sering mendengar bahwa beruang tidak akan menyentuh hewan atau orang yang telah meninggal.
Posted in: Dongeng Anak IndonesiaAnjing dan Bayangannya
Seekor anjing yang mendapatkan sebuah tulang dari seseorang, berlari-lari pulang ke rumahnya secepat mungkin dengan senang hati. Ketika dia melewati sebuah jembatan yang sangat kecil, dia menunduk ke bawah dan melihat bayangan dirinya terpantul dari air di bawah jembatan itu. Anjing yang serakah ini mengira dirinya melihat seekor anjing lain membawa sebuah tulang yang lebih besar dari miliknya.
Bila saja dia berhenti untuk berpikir, dia akan tahu bahwa itu hanyalah bayangannya. Tetapi anjing itu tidak berpikir apa-apa dan malah menjatuhkan tulang yang dibawanya dan langsung melompat ke dalam sungai. Anjing serakah tersebut akhirnya dengan susah payah berenang menuju ke tepi sungai. Saat dia selamat tiba di tepi sungai, dia hanya bisa berdiri termenung dan sedih karena tulang yang di bawanya malah hilang, dia kemudian menyesali apa yang terjadi dan menyadari betapa bodohnya dirinya.
Sangatlah bodoh memiliki sifat yang serakah
Posted in: Dongeng Anak IndonesiaKerbau Dan Kambing
Seekor kerbau jantan berhasil lolos dari serangan seekor singa dengan cara memasuki sebuah gua dimana gua tersebut sering digunakan oleh kumpulan kambing sebagai tempat berteduh dan menginap saat malam tiba ataupun saat cuaca sedang memburuk. Saat itu hanya satu kambing jantan yang ada di dalam gua tersebut. Saat kerbau masuk kedalam gua, kambing jantan itu menundukkan kepalanya, berlari untuk menabrak kerbau tersebut dengan tanduknya agar kerbau jantan itu keluar dari gua dan dimangsa oleh sang Singa. Kerbau itu hanya tinggal diam melihat tingkah laku sang Kambing. Sedang diluar sana, sang Singa berkeliaran di muka gua mencari mangsanya. Lalu sang kerbau berkata kepada sang kambing, "Jangan berpikir bahwa saya akan menyerah dan diam saja melihat tingkah lakumu yang pengecut karena saya merasa takut kepadamu. Saat singa itu pergi, saya akan memberi kamu pelajaran yang tidak akan pernah kamu lupakan." Sangatlah jahat, mengambil keuntungan dari kemalangan orang lain.
Posted in: Dongeng Anak IndonesiaAnak Penggembala Dan Serigala
Seorang anak gembala selalu menggembalakan domba milik tuannya dekat suatu hutan yang gelap dan tidak jauh dari kampungnya. Karena mulai merasa bosan tinggal di daerah peternakan, dia selalu menghibur dirinya sendiri dengan cara bermain-main dengan anjingnya dan memainkan serulingnya.
Posted in: Dongeng Anak Indonesia


00.23
Unknown





