Tampilkan postingan dengan label Tips Modifikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Modifikasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Mei 2013

Vixion Jari Jari

Ma’af semua velg Vixion Casting Wheel, tidak ada pilihan velg jari-jari untuk motor Vixion. Apa boleh buat, untuk pencinta velg jari-jari harus keluar dana ekstra nih buat bikinnya.   :(
Paling mudah, ya….. bikin sendiri, velg after market di pasaran juga banyak. Persoalan menjadi tambah rumit karena ternyata banyak yang harus diganti, begitu juga dengan biaya yang harus dikeluarkan, belum lagi urusan montir yang belum pengalaman.
Tenang-tenang,………….. ada sedikit info dari bro Yan Rakhman Baharuddin yang punya pengalaman “dandanin” vixie kesayangannya dengan velg jari-jari.  :D
“Alesan gw seh sebenarnya cuman 1, yaitu gampang setel pelang kalo bengkok… selain membuat sesuatu yang beda tentunya……”
Begitu pendapat si bro ketika ditanya alasannya. Ada sedikit tips dari bro Yan yang sudah pengalaman bikin velg jari-jari.
Part yang dipakai juga tinggal PnP (plug ‘n play), sehingga tidak perlu keluar dana yang teralu besar untuk membuatnya. Berikut part yang harus dibeli berdasarkan info bro Yan :
Velg
Front (depan) lebar 2.5″
Rear (belakang) lebar 3.5″.
Kalau ini bisa pakai merk apa saja, sedangkan pilihan bro Yan adalah yang merk “Baros” (ada juga beberapa pilihan seperti merk Ride It, TDR dll).

Ban
F : ukuran 110/70-17
R : ukuran 120/70-17
Tromol
F : Ninja R jari2 + dics 300 mm
R : Set tromol Scorpio (naf gir, tromol, rem)

Alasan bro Yan memilih ukuran ukuran velg dan ban adalah pertimbangan swing arm yang tidak perlu dirubah, sehingga bisa memakai ori nya vixion.
Penggunaan tromol depan Ninja + disc 300 mm karena pertimbangan PnP dengan kabel speedometer ori vixion, sehingga mengurangi part yang harus dibeli.
Berikut kutipan email bro Yan :

Untuk laher (bearing) harus pakai orinya Ninja (as roda depan tetap pakai punya Vixion tapi agar muat di laher Ninja harus dipakein adaptor yang bisa dibikin di tukang bubut, pokoke gampang lah om he3x…).

untuk depan yang bisa kepake ori Vixion cuman as roda beserta murnya & kebel speedometer beserta mangkoknya (bonggol hitam yang nyambung ke kabel speedometer).
*bonggol hitam = Gear unit Assy

Demikian pula dengan penggunaan tromol belakang scorpio, alasan bro Yan adalah (sebagaimana dikutip dari email) :
Untuk belakang ori Scorpio alias 100% sama dengan Vixion (fyi selain teromol Scorpio bisa juga pake teromol RX-King or JupiterMX, tapi saran mendingan pake Scorpio karena paling besar ukurannya).
Kalau untuk belakang yang bisa kepake ori Vixion cuman as roda beserta murnya dan stelan rantainya Vixion, sisanya full set Scorpio.
Oya,…… untuk urusan jari-jarinya bisa pake punya Binter Merzy atau HD yang ukurannya disesuaikan dengan velg dan tromol.
Trus…. gimana kalo mau pake ban tubles, khan ada celah di lobang di velg ? Untuk urusan itu sudah ada semacam “lakban” yang bisa menutup celah, sehingga bisa memakai ban tubles). Apa namanya ? merknya apa ?……… Rahasia perusahaan katanya……… wew….. pelit.  :(
Begitu juga dengan penyusunan jari-jarinya bisa disusun tegak lurus seperti aliran Amerika gitu. Tapi itu tergantung selera dan tentunya part yang digunakan juga berbeda. Dan yang pasti,…. biaya yang harus dikeluarkan juga beda.  :D

Naaah…….. gampang kan ?…… bisa menekan harga lagi……..  :D

Untuk pengerjaannya, bro Yan mempercayakan kepada bro Safi Saelendra dari G&S Motor Works Jl. Nangka Raya No.18, Depok 16432.


“Semoga bermanfaat”

Senin, 04 Februari 2013

Cara Hitung Ukuran Ban motor (#258)


Setiap ban motor tentunya terdapat kode, kode ini memberikan arti akan semua informasi untuk mengetahui ukuran, kekuatan, kecepatan dan umur dari ban tersebut. Dalam pembacaan kode ban motor tersebut tidak dapat secara langsung dapat terbaca melainkan ada trik untuk membaca kode dalam ban tersebut.

Ada dua macam kode ban yang biasa digunakan yaitu kode Imperial dan Metric.
Pada ban sepeda motor terdapat kode yang berupa angka atau huruf misalnya 4.60-H-18 4PR atau 130/90-16 67H. Apa saja informasi yang bisa kita dapat dari kode tersebut? Dibawah ini kita bahas sebagian diantaranya.

Contoh kode Imperial: 4.60-H-18 4PR
a.. 4.60 menyatakan lebar ban ( dalam satuan inchi )
b.. H menunjukkan batas kecepatan pemakaian (untuk scooter max 100 km/jam)
c.. 18 menunjukkan diameter velg / rim ( dalam satuan inchi )
d.. 4PR menunjukkan kekuatan ban yang didasarkan pada kekuatan serat kain ban/ply rating.
4PR berarti penggunaan lapisan kain dari bahan nilon didalam carcass berindikasi kekuatan setara dengan 4 lapisan kain ban.

Untuk kode Imperial, aspect ratio (perbandingan tinggi ban terhadap lebar ban) didasarkan pada nilai 100 % (tinggi ban sama dengan lebar ban).

Contoh kode Metric: 130/90-16 67H
a.. 130 menunjukkan lebar ban (dalam satuan mili meter)
b.. 90 menunjukkan perbandingan tinggi ban terhadap lebarnya.
90 berarti perbandingan tinggi ban 90 % dari lebarnya.
Jika lebar 130 mm, maka tinggi ban 90 % x 130 mm = 117 mm.
c.. 16 menunjukkan diameter velg / rim (dalam satuan inchi)
d.. 67 menunjukkan beban maximum yang diperbolehkan (load index / LI). LI 67 berarti beban maksimum yang dapat ditanggung sebesar 307 kg.
e.. H menunjukkan batas kecepatan pemakaian (sama seperti pada contoh diatas)
Jadi ketika kita akan membeli ban dengan merk yang berbeda perhatikan kodenya,
dan periksa apakah sama spesifikasinya dengan ban yang sebelumnya kita gunakan.

Contoh pada ban Battlax:
Bridgestone Battlax BT45F 100/80-18M/C 53H

BT45: tipe ban (dari produsen)
F: Front (untuk ban depan)
100: lebar telapak ban 100mm
80: tinggi ban dari bibir velg 80% x100mm = 80mm
18: Ring velg 18 inci
M/C: nggak tau
53: load index (beban max) 165 kg
H: speed max (210km/j)

Contoh kode Imperial4.60-H-18 4PR

* 4.60 menyatakan lebar ban ( dalam satuan inchi )
* H menunjukkan batas kecepatan pemakaian
* 18 menunjukkan diameter velg / rim ( dalam satuan inchi )
* 4PR menunjukkan kekuatan ban yang didasarkan pada kekuatan serat kain ban/ ply rating4PR berarti penggunaan lapisan kain dari bahan nilon didalam carcass berindikasi kekuatan setara dengan 4 lapisan kain ban.

Untuk kode Imperial, aspect ratio (perbandingan tinggi ban terhadap lebar ban) didasarkan pada nilai 100 % (tinggi ban sama dengan lebar ban).


Contoh kode Metric130/90-16 67H

* 130 menunjukkan lebar ban (dalam satuan mili meter)*
90 menunjukkan perbandingan tinggi ban terhadap lebarnya.90 berarti perbandingan tinggi ban 90 % dari lebarnya. Jika lebar 130 mm, maka tinggi ban 90 % x 130 mm = 117 mm. Aspect ratio yang kecil akan meningkatkan stabilitas dan handling kendaraan.
* 16 menunjukkan diameter velg / rim (dalam satuan inchi)
* 67 menunjukkan beban maximum yang diperbolehkan (load index / LI). LI 67 berarti beban maksimum yang dapat ditanggung sebesar 307 kg.
* H menunjukkan batas kecepatan pemakaian (sama seperti pada contoh diatas)

Note:
- Q untuk kecepatan maksimal 160 km/jam.
- S untuk kecepatan maksimal 180 km/jam.
- T untuk kecepatan maksimal 190 km/jam.
- U untuk kecepatan maksimal 200 km.jam.
- H untuk kecepatan maksimal 210 km/jam.
- V untuk kecepatan maksimal 240 km/jam.
- W untuk kecepatan maksimal 270 km/jam.
- Y untuk kecepatan maksimal 300 km/jam.
- Z untuk kecepatan di atas 240 km/jam.

Selain itu, ditunjukkan pula kode empat angka yang terdapat di sisi ban. Misalnya, 2201. Angka tersebut menyiratkan periode produksi ban. Dua angka pertama menunjukan minggu, dua angka terakhir berarti tahun pembuatan. Jadi kalau dibaca, kode di atas berarti, ban diproduksi pada minggu ke-22 tahun 2001. Kode angka ini penting, mengingat semakin lama ban tersimpan, semakin rentan terhadap kerusakan akibat kekerasan kompon ban.

Jadi ketika kita akan membeli ban dengan merk yang berbeda perhatikan kodenya, dan periksa apakah sama spesifikasinya dengan ban yang sebelumnya kita gunakan.

Mau ganti ban kelewat besar…?? pikirkan matang-matang bro..!! November 17, 2010

Siapa yang nggak suka melihat motor jadi kelihatan gagah dan galak. Cara yang cukup simpel dan lazim dilakukan adalah merubah karet bundar dengan ukuran lebih besar. Tapi hati-hati lho bro…sebab kalau kelewat besar bisa mempengaruhi kinerja motor itu sendiri. Seperti apa..??
Pasti semua tahu upgrade ban kelewat besar akan membuat tarikan motor menjadi lemot. Itu sih sudah bukan rahasia umum. Tapi ternyata tidak itu aja mzbro. Ketika kita memutuskan memperbesar ukuran ban dari standart pabrikan, berarti kita harus sudah siap dengan konsekuensinya. Keuntungan sudah jelas handling motor akan makin stabil diakibatkan bidang cengkraman keaspal makin luas. Namun ternyata effeck negatifnya lebih besar lho. Apa saja…???
A. Pertama adalah mesin. Wajib bagi kita hukumnya untuk mengganti gear ratio atau sproket belakang dengan lebih besar pula. Hal ini guna menghindari engine kedodoran beraccelerasi. Kalau keberatan bisa diakali dengan mengganti knalpot freeflow plus main & pilot jet supaya torque meningkat.
B. Yang kedua adalah rem. Ban lebih besar bikin kinerja alat ciet makin berat karena gaya dorong akibat beban yang diberikan ban meningkat. Jadi jangan berharap kinerja rem akan bisa menyamai ketika ban motor brother masih bawaan pabrikan. Oleh sebab itu dianjurkan untuk mengganti piringan rem dengan diameter lebih besar pula.
C. Yang ketiga konsumsi bahan bakar. Ban besar tenyata juga menjadi biang motor menjadi lebih boros sebab kita dipaksa open throttle lebih dalam untuk mendapatkan tarikan yang diinginkan. Apalagi kalau route adalah model stop and go macam Jakarta yang macet parah dipastikan motor bakal sedikit rakus dibandingkan ketika memakai ban standart.
D. Yang keempat durability sproket gear. Ketika beban makin berat otomatis akan memperpendek umur gear sebagai piranti utama penyaluran tenaga dari mesin keroda.
E. Yang terakhir handling. Ban besar memang akan menambah kestabilan tunggangan ketika melaju pada kecepatan tinggi. Namun tidak ketika kita membutuhkan kelincahan dalam nyelap-nyelip dikepadatan lalu lintas. Karena ban besar otomatis akan menambah tenaga ekstra biker dalam menekuk stang kekiri atau kekanan.
Jadi seyogyanyalah dipikirkan secara matang-matang sebelum brother semua mengupgrade ban dengan ukuran lebih besar. Karena bagaimanapun segala sesuatunya sudah diperhitungkan secara meyeluruh oleh pabrikan. Namun jika sampeyan tetep kekeuh, maka dianjurkan mengganti maksimal dua ukuran lebih besar dari bawaan standart untuk meminimize segala effect yang tertera diatas. Semoga berguna……(iw/17/11/2010)

Ganti Ukuran Ban? Jangan Lupa Sesuaikan Juga Velgnya!


bro n sis semua, bagi yg suka motornya keliatan lebih kekar salah satu langkah yang paling sering dilakukan adalah memperbesar ukuran si karet bundar. disamping membuat kendaraan tampak lebih kekar, ban lebar juga membuat laju motor lebih stabil saat digeber dan lebih bikin pede saat belok rebah. tapi sudah sesuaikah ukuran ban yg kita pakai dengan ukuran rim velg kita? berikut sedikit panduan untuk memilih ukuran ban dan velg yg tepat:
TIRE SIZE REC. RIM (inch) MEAS. RIM (inch) OD (mm) TW (mm)

100/90-16M/C 54H TL 2.50 2.15 – 2.75 586 100

100/80-17M/C 52H TL 2.50 1.85 – 2.75 595 100

110/70-17M/C 54H TL 3.00 2.75 – 3.50 589 106

110/80-17M/C 57H TL 2.50 2.15 – 3.00 608 107

120/70-17M/C 58H TL 3.50 3.00 – 3.50 605 123

3.50-18 56H TT 2.15 1.85 – 2.50 651 104

90/90-18M/C 51H TL 2.15 1.85 – 2.50 619 89

100/80-18M/C 53H TL 2.50 1.85 – 2.75 617 100

100/90-18M/C 56H TL 2.50 1.85 – 2.75 637 100

3.25-19 54H TL 2.50 1.85 – 2.50 663 100

100/90-19M/C 57H TT 2.50 1.85 – 2.75 663 100

90/90-21M/C 54H TT 2.15 1.85 – 2.50 702 92

90/90-21M/C 54H TL 2.15 1.85 – 2.50 702 92

TIRE SIZE REC. RIM (inch) MEAS. RIM (inch) OD (mm) TW (mm)

130/90-16M/C 67H TL 3.00 2.50 – 3.50 636 132

110/90-17M/C 60H TL 2.50 2.15 – 3.00 630 110

120/80-17M/C 61H TL 2.75 2.15 – 3.00 624 121

130/70-17M/C 62H TL 3.50 3.00 – 4.00 617 136

130/80-17M/C 65H TT 3.00 2.50 – 3.50 638 131

130/80-17M/C 65H TL 3.00 2.50 – 3.50 638 131

140/70-17M/C 66H TL 4.00 3.50 – 4.50 627 145

150/70-17M/C 69H TL 4.00 3.50 – 4.50 641 149

4.00-18 64H TT 2.15 2.15 – 2.75 675 117

4.00-18 64H TL 2.15 2.15 – 3.00 675 117

110/80-18M/C 58H TL 2.50 2.15 – 3.00 633 110

110/90-18M/C 61H TL 2.50 2.15 – 3.00 655 110

120/80-18M/C 62H TL 2.75 2.15 – 3.00 654 120

130/70-18M/C 63H TL 3.50 3.00 – 4.00 637 128

140/70-18M/C 67H TL 4.00 3.50 – 4.50 652 145

150/70-18M/C 70H TL 4.00 3.50 – 4.50 668 149
keterangan:
tire size: ukuran ban
rec. rim: ukuran rim velg yg direkomendasikan
meas. rim: ukuran rim velg yg masih dapat digunakan (dalam toleransi)
od: ukuran diameter luar ban
tw: lebar ban sebenarnya
sumber: Bridgestone
gimana cara pilihnya? tinggal cocokkan saja antara tire size yg paling depan dengan rec. rim (yg 2.50, 3.00, dst), yg lain bisa diabaikan seperti od dan tw karena kadang antar merk memiliki ukuran yg sedikit berbeda meski dengan spek yg sama. gimana bro n sis sudah tepatkah ukuran ban n velg yg kita pakai? kalo belum mari segera ganti agar profil ban dapat terbentuk sempurna, terlihat proporsional, dan juga agar ban yg kita pakai dapat berfungsi secara maksimal saat menjalankan tugasnya dalam penggunaan harian ataupun buat touring. ;-)
semoga berguna dan salam damai dari kota Baturaja

Ukuran Velg dan Ban ideal




Pemakaian ban harus memperhatikan ukuran velgnya. Aplikasi harian nggak boleh sembarangan, karena jalanan yang dilewati bervariasi (berlubang, becek, berlumpur, tanjakan, tikungan, berpasir, hujan, dll.) ngga seperti kondisi jalanan di road race atau drag race.
Kombinasi ban dan velg yang ngga sesuai mengakibatkan ban meninggi atau melebar dari ukuran standar.
Jika tapak ban terlalu besar daripada tapak velg, ban cenderung meninggi dan lancip. Sehingga rawan melejit dari jepitan pinggir velg yang terlalu sempit. Hal ini terjadi jika memaksa memakai ban ukuran besar tanpa diikuti penggantian velg yang lebih lebar.
Jika tapak ban lebih kecil daripada tapak velg, ban akan melebar dan mengkotak. Akibatnya bibir ban ditarik paksa melewati batas agar menempel ke pinggir velg. Belum lagi suspensi motor terasa lebih keras karena fungsi ban meredam beban menurun. Contohnya, aplikasi ban drag di motor harian.
Ban lancip atau kotak sama ruginya. Jika lancip, saat jalan tegak, gigitan karet bundar ke aspal gak maksimal. Bahayanya di jalan gak rata, motor oleng. Saat menikung pun ban lancip tidak lebih baik. Sebab, tapak sampingnya yang besar bisa menipu kita. Rasanya ban masih menapak. Padahal, motor udah terlalu rebah. Kalo tidak disadari, tau-tau ngegelosor alias ngesot.
Ban kotak pun tak kurang ruginya. Kalau saat jalan tegak sih enak bener. Tapi, Giliran mau nikung, permukaan ban yang menempel di aspal minim. Jika maksa rebah, pasti langsung mencium tanah.


Sebaiknya naik turun lebar tapak ban jangan melebihi 1 tingkat. Misalkan velg depan 1,60×17 inci dengan ban standarnya 70/90-17 dapat diganti dengan ukuran ban 80/90-17 atau velg belakang 1,85x17inci dengan ban standarnya 80/90-17 dapat diganti dengan ban 90/90-17.
*UKURAN VELG | UKURAN BAN *
1.20 X 17″ | 2.00-17 ; 50/90-17 = OK


1.40 X 17″ | 2.00-17 ; 50/90-17 = Kotak


1.60 X 17″ | 2.00-17 ; 50/90-17 = Ngga Cocok


1.85 X 17″ | 2.00-17 ; 50/90-17 = Ngga Cocok


2.15 X 17″ | 2.00-17 ; 50/90-17 = Ngga Cocok


2.50 X 17″ | 2.00-17 ; 50/90-17 = Ngga Cocok
1.20 X 17″ | 2.25-17 ; 60/90-17 = Pas


1.40 X 17″ | 2.25-17 ; 60/90-17 = OK


1.60 X 17″ | 2.25-17 ; 60/90-17 = Kotak


1.85 X 17″ | 2.25-17 ; 60/90-17 = Ngga Cocok


2.15 X 17″ | 2.25-17 ; 60/90-17 = Ngga Cocok


2.50 X 17″ | 2.25-17 ; 60/90-17 = Ngga Cocok
1.20 X 17″ | 2.50-17 ; 70/80-17 = OK


1.40 X 17″ | 2.50-17 ; 70/80-17 = Pas


1.60 X 17″ | 2.50-17 ; 70/80-17 = OK


1.85 X 17″ | 2.50-17 ; 70/80-17 = Kotak


2.15 X 17″ | 2.50-17 ; 70/80-17 = Ngga Cocok


2.50 X 17″ | 2.50-17 ; 70/80-17 = Ngga Cocok
1.20 X 17″ | 2.75-17 ; 80/90-17 = Bulat


1.40 X 17″ | 2.75-17 ; 80/90-17 = OK


1.60 X 17″ | 2.75-17 ; 80/90-17 = Pas


1.85 X 17″ | 2.75-17 ; 80/90-17 = OK


2.15 X 17″ | 2.75-17 ; 80/90-17 = Kotak


2.50 X 17″ | 2.75-17 ; 80/90-17 = Ngga Cocok
1.20 X 17″ | 3.00-17 ; 90/80-17 = Ngga Cocok


1.40 X 17″ | 3.00-17 ; 90/80-17 = Bulat


1.60 X 17″ | 3.00-17 ; 90/80-17 = OK


1.85 X 17″ | 3.00-17 ; 90/80-17 = Pas


2.15 X 17″ | 3.00-17 ; 90/80-17 = OK


2.50 X 17″ | 3.00-17 ; 90/80-17 = Kotak
1.20 X 17″ | 3.50-17 ; 100/80-17 = Ngga Cocok


1.40 X 17″ | 3.50-17 ; 100/80-17 = Ngga Cocok


1.60 X 17″ | 3.50-17 ; 100/80-17 = Bulat


1.85 X 17″ | 3.50-17 ; 100/80-17 = OK


2.15 X 17″ | 3.50-17 ; 100/80-17 = Pas


2.50 X 17″ | 3.50-17 ; 100/80-17 = OK
1.20 X 17″ | 4.00-17 ; 110/80-17 = Ngga Cocok


1.40 X 17″ | 4.00-17 ; 110/80-17 = Ngga Cocok


1.60 X 17″ | 4.00-17 ; 110/80-17 = Ngga Cocok


1.85 X 17″ | 4.00-17 ; 110/80-17 = Bulat


2.15 X 17″ | 4.00-17 ; 110/80-17 = OK


2.50 X 17″ | 4.00-17 ; 110/80-17 = Pas
1.20 X 17″ | 120/70-17 = Ngga Cocok


1.40 X 17″ | 120/70-17 = Ngga Cocok


1.60 X 17″ | 120/70-17 = Ngga Cocok


1.85 X 17″ | 120/70-17 = Ngga Cocok


2.15 X 17″ | 120/70-17 = Bulat


2.50 X 17″ | 120/70-17 = OK


*HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT GANTI BAN *




- Pilih tukang tambal ban yang mempunyai alat pelindung bibir velg, minimal tukang tambal yang kita kenal, karena jika kita asal pilih tukang tambal ban, biasanya tukang tambal ban tidak hati-hati mengerjakannya. Akibatnya, bisa lecet bibir velg kena alat congkelnya.


- Sedikit oli atau air sabun dapat digunakan sebagai alat bantu memasukkan ban ke velg dan membantu gerakan mengembangnya ban pada saat diisi angin, sehingga ban mendekap rata dan sempurna pada bibir velg.


- Tekanan Angin. Isi angin sesuai anjuran pabrikan. Pada saat musim hujan, tekanan ini dapat diturunkan sekitar 5 psi, tujuannya agar cengkeraman ban ke aspal lebih maksimal. Tetapi apabila ban agak kempis terus dipakai di jalanan kering, konsekuensinya bensin agak boros. Apalagi kalau dipakai berboncengan efeknya cukup terasa. Paling enak sih tekanan normal saja. tekanan ban depan 28 - 30 psi lalu belakangnya 32-34 psi.


- Saat musim hujan disarankan memilih ban dengan kompon lembut. Karena karet yang soft memiliki daya cengkeram lebih maksimal. jadi, pas banget buat melibas jalanan basah. Tetapi konsekuensinya usia pakai tipe soft compound lebih pendek alias cepat habis. Kebalikan bila pilih kompon keras. Usia pakainya lama namun saat hujan terasa licin. Ingat! Keras di sini maksudnya bukan karena usia pakai lo.


- Jangan langsung tancap gas setelah kelar mengganti ban. Tekan beberapa kali rem agar tekanan minyak rem kembali normal. Karena biasanya ketika pasang kembali piringan ke kaliper, pelat kampas rem kena cungkil obeng untuk memudahkan pemasangan kembali piringan di kaliper. Ini berakibat tekanan minyak rem melemah saat kampas kena congkel.




*Beberapa Kemungkinan Ban Motor Habis tidak Merata*




1. Velg motor tidak balance. Jika motor menggunakan velg jari-jari (spoke), sebaiknya distel ulang. Namun bila sudah didapati keretakan atau tidak memungkinkan disetel ulang, sebaiknya ganti velg racing dengan yang baru demi keselamatan Anda.




2. Laher sudah oblak. Karena itu cek dengan teliti lahernya. Bila motor


menggunakan dua sokbreker, cek sokbreker kiri kanan. Bisa jadi volume olinya tidak sama, atau posisinya miring sebelah, atau mati sebelah.




3. Pemasangan ban belakang dan ban depan tidak lurus, namun jangan berpatokan pada strip, tapi patokannya pada kelurusan ban. Satu lagi, coba cek bushing swing arm. Bila sudah oblak segera ganti karena hal ini juga dapat mengakibatkan ban habis tidak merata.




4. Cara duduk Anda di motor. Duduk yang tidak memusat, atau duduk yang agak miring sebelah bisa jadi menjadi penyebabnya. karena tumpuan beban menjadi berat sebelah. Hal ini dapat pula terjadi bilamana pembonceng seringkali duduk terlalu ke kiri atau kanan.




*Cara menjaga dan merawat ban motor Anda:*




1. Memperhatikan tekanan ban pada tekanan ideal/sesuai buku petunjuk.


Karena: tekanan yang tidak seimbang mengakibatkan ban retak dan dapat merusak bagian pinggir ban (side wall) sehingga dapat mengakibatkan ban menjadi tidak kokoh dan jika digunakan dalam jangka waktu yang lama, pinggiran ban (side wall) dapat retak dan sobek.


2. Usahakan anda memilih jalan yang paling nyaman


Karena: terkikisnya sebuah ban disebabkan oleh permukaan jalan yang tidak merata, sehingga menyebabkan ban lebih cepat rusak.


3. Keawetan ban tergantung pada cara pengereman dan cara menarik gas


Karena: jika kendaraan sedang melaju dengan kecepatan tinggi pengereman yang baik adalah secara halus dan berbarengan dengan menggunakan kedua rem secara bersamaan dan cara penarikan gas juga jangan terlalu over disaat permulaan mau jalan dikarenakan traksi roda dengan jalan akan lebih cepat mengikis sebuah ban


4. Suku cadang yang berhubungan dengan keawetan ban motor adalah velg dan shock absorber.


Karena: jika shock absorber tidak baik dan velg tidak rata dampak yang akan terkena adalah terkikisnya ban menjadi tidak merata/bergelombang dan ketika disaat menikung permukaan ban tidak bisa mencengkram dengan baik. maka dari itu pun akan membahayakan si pengendara kendaraan tersebut


5. Saat memasang ban, pastikan ban tersebut terpasang secara vertical, garis list tepi ban harus keluar secara merata dan juga arah rotasi ban harus sesuai dengan arah alur ban, agar ban dapat sempurna melaju secara rata di jalan.

Minggu, 16 Desember 2012

Motor Ceper Ekstrim, Pasti Jadi Pusat Perhatian!

Motor Ceper Ekstrim, Pasti Jadi Pusat Perhatian!Apa yang ada dibenak Widiantoro memang tidak sama dengan pemuda seusianya pada umumnya. Hal itu menyangkut kegemarannya dalam merias tunggangan kesayangan. Bukan konsep racing look atau sporty, tapi mahasiswa BSI Depok itu lebih memilih membongkar total motornya untuk dijejali konsep ceper ekstrim.
Walau modifikasi tersebut hanya dilakukan orang-orang tertentu, namun Toro mengaku bangga dan tidak merasa salah dengan pilihannya. Sampai saat ini, dirinya masih cinta dengan modif nyeleneh semacam itu. Tidak ada niatan untuk mengganti ‘baju’ motornya dengan yang lebih bagus dan pantas.

Jangan Asal Ganti Ban lebih Lebar

Sebagai SeOrang Bikers pastinya Menginginkan Motor tunggaangannya dapat tampil Prima dan enak di pandang Mata,, dan salah satu cara Meng-Up Grade penampilan Sebuah Motor adalah dengan Mengganti Ukuran Ban Motornya sesuai Image yang di ingini si Bikers.. Ada yang di perkecil ukuran Bannya agar terkesan RACY Only,, atau dengan Menaikan Ukurannya menjadi lebih Besar supaya kelihatan lebih Gagah dan Kekar.. Namun jangan lupa Untuk perubahan Ukuran Ban luar yang cukup “X-TRIM” dari ukuran standard Pabriknya baik memperkecil ataupun MEMPERBESAR harus di ikuti dengan Perubahan Ukuran Velknya juga,, alasanya adalah Faktor Kenyamanan dan Optimalisasi dari Ban Itu sendiri..
Sebagai contoh lihat Kedua Ban Belakang Motor sport di bawah Inii..


Ke dua Motor berbeda tersebut Menggunakan Ukuran Ban Belakang Yang Sama,, yaitu 120/70 – 17 dengan merk berbeda.. Namun Hasil akhir lebar permukaan kedua Ban belakang ter sebut Ber Beda,, coba lihat..

Lebar permukaan Ban Ter sebut bukan di sebabkan oleh merk yang berbeda,, melainkan karena Lebar velk kedua Motor tersebut berbeda.. Motor sebelah kanan menggunakan Velk OEMnya dengan ketebalan 3,25 inci sedangkan Motor yang sebelah Kiri menggunakan Velk variasi dengan tebal 4,5 inci,, dan itulah sebabnya Ban belakang Motor sebelah kiri jauh lebih lebar (5 inci) di banding Motor sebelah kanan yang masih kurang dari 4 inci lebarnya..

Jadi bagi Para Brade Bikers yang Ingin Merubah Ukuran Ban luarnya juga musti memperhatikan ukuran Velknya,, karena bila sampeyan TERLALU berambisi mengganti ukuran Ban Tanfa memperhatikan Ukuran velk yang ada keknya Hasilnya akan Jauh dari Memuaskan.. Sebagai contoh dengan ukuran Velk 2,75″ standardnya menggunakan Ban dengan Ukuran lebarnya 3.00″ kalaupun ingin Upgrade maksimal ukuran bannya 3,25,, dengan demikian disamping terlihat serasi antara Ban dengan Velknya, juga permukaan Punggung Ban akan dengan sempurna menapak kejalan / lengkungan punggung Ban masih landai dengan begitu Ban dapat Bekerja secara Maksimal Dan memberikan Kenyamanan serta keAmanan.. Tapi bila terlalu Ambisi dengan Meninggkatkan ukuran Ban luar denga mengabaikan ukuran Velk,, misal dengan lebar velk 2,75″ nekad memasang ban dengan Ukuran 4,00″ atau setara dengan ukuran 130 / 70, waaa bukan Hanya kelihatan kebanting dan terlalu di paksakan,, tapi juga akan Mengorbankan penampilan- estetika – maupun kenyamanan dan KeAmanannya.. Karena dengan Pelek ukuran 2,75″ di balut Ban ukuran 4,00″ atau 130 / 70 Roda Motor anda bakalan kelihatan LUCU Banget,, karena lengkungan Punggung Ban akan menjadi Meruncing (Bukanya bertambah Lebar tapi malah tambah MENINGGI) dan tentunya permukaan yang meruncing ini membuat permukaan Ban yang menapak ke jalan jadi kecil & sempit yang akan berakibat Hilangnya Kenyamanan serta justru dapat Membahayakan (Karena minimnya Grip Ban terhadap Jalan)..
Adapun selisih Idealnya antara Ukuran Lebar Ban Dan Velk yang Saya Tahu adalah 2 tingkat,, misal Velk ukuran 2,75″ inci maksimalnya menggunakan Ban berukuran 3,25″ atau setara 100 / 90, lalu velk 3,25″ dengan Ban maksimal 120/ 70..
Dengan Memperhatikan Ukuran Velk saat mengganti Ukuran Ban OEMnya dengan Ukuran yang lebih BESAR,, maka Bukan Hanya Tampilan lebih Ganteng namun juga dapat meningkatkan KENYAMANAN dan keAMANan serta juga bisa Meningkatkan PerForma juga (karena luas ban yang Mencengkram ke jalan lebih besar sehingga Power Motor dapat tersalur lebih Banyak juga)
Demikian postingan sederhana Ini semoga ada Mamfaatnya bagi kita semua

Tips Pemilihan & Kombinasi Ukuran Velg Dan Ban

Kombinasi Ukuran Velg dan Ban Ideal
BAGI Anda yang mau ganti ban bingung ukuran yg cocok antara velg sama ban. search internet n nemu ini..

Pemakaian ban harus memperhatikan ukuran velgnya. Aplikasi harian nggak boleh sembarangan, karena jalanan yang dilewati bervariasi (berlubang, becek, berlumpur, tanjakan, tikungan, berpasir, hujan, dll.) ngga seperti kondisi jalanan di road race atau drag race.

Kombinasi ban dan velg yang ngga sesuai mengakibatkan ban meninggi atau melebar dari ukuran standar. Jika tapak ban terlalu besar daripada tapak velg, ban cenderung meninggi dan lancip. Sehingga rawan melejit dari jepitan pinggir velg yang terlalu sempit. Hal ini terjadi jika memaksa memakai ban ukuran besar tanpa diikuti penggantian velg yang lebih lebar. Jika tapak ban lebih kecil daripada tapak velg, ban akan melebar dan mengkotak. Akibatnya bibir ban ditarik paksa melewati batas agar menempel ke pinggir velg. Belum lagi suspensi motor terasa lebih keras karena fungsi ban meredam beban menurun. Contohnya, aplikasi ban drag di motor harian.

Kombinasi Velg Dan Ban Motor


Barangkali masih ada yg binun atau belom tau ttg memilih ukuran ban agar sesuai dengan velg, dilihat dari segi safety, silahkan disimak :

Front
TIRE SIZE REC.-------RIM (inch)---------MEAS. RIM (inch)
110/90-16 -------TL 2.50 -------2.15-3.00
120/80-16 -------TL 2.75 -------2.15-3.00
110/80-17 ------- TL 2.50 -------2.15-3.00
100/90-18 ------- TL 2.50 -------1.85-2.75
110/80-18 ------- TL 2.50 -------2.15-3.00
110/90-18 ------- TL 2.50 -------2.15-3.00
100/90-19 ------- TL 2.50------- 1.85-2.75


Rear
TIRE SIZ REC.------- RIM (inch) -------MEAS. RIM (inch)
130/90-16 -------TL 3.00 ------- 2.15-3.50
150/80-16 -------TL 3.50 ------- 3.00-4.00
120/90-17 -------TL 2.75 ------- 2.15-3.00
130/90-17 -------TL 3.00 ------- 2.15-3.50
140/80-17 -------TL 3.50 ------- 2.75-3.50
150/70-17 -------TL 4.00 ------- 3.50-4.50
120/90-18 -------TL 2.75 ------- 2.15-3.00
130/80-18 -------TL 3.00 ------- 2.15-3.50
140/70-18 -------TL 4.00 ------- 3.50-4.50
140/80-18 -------TL 3.50 ------- 2.50-3.50
150/70-18 -------TL 4.00 ------- 3.50-4.50

Kombinasi Ukuran Velg Dan Ban Ideal

Pemakaian ban harus memperhatikan ukuran velgnya. Aplikasi harian nggak boleh sembarangan, karena jalanan yang dilewati bervariasi (berlubang, becek, berlumpur, tanjakan, tikungan, berpasir, hujan, dll.) ngga seperti kondisi jalanan di road race atau drag race, Kombinasi ban dan velg yang ngga sesuai mengakibatkan ban meninggi atau melebar dari ukuran standar, Jika tapak ban terlalu besar daripada tapak velg, ban cenderung meninggi dan lancip. Sehingga rawan melejit dari jepitan pinggir velg yang terlalu sempit. Hal ini terjadi jika memaksa memakai ban ukuran besar tanpa diikuti penggantian velg yang lebih lebar, Jika tapak ban lebih kecil daripada tapak velg, ban akan melebar dan mengkotak. Akibatnya bibir ban ditarik paksa melewati batas agar menempel ke pinggir velg. Belum lagi suspensi motor terasa lebih keras karena fungsi ban meredam beban menurun. Contohnya, aplikasi ban drag di motor harian.

Ban lancip atau kotak sama ruginya. Jika lancip, saat jalan tegak, gigitan karet bundar ke aspal gak maksimal. Bahayanya di jalan gak rata, motor oleng. Saat menikung pun ban lancip tidak lebih baik. Sebab, tapak sampingnya yang besar bisa menipu kita. Rasanya ban masih menapak. Padahal, motor udah terlalu rebah. Kalo tidak disadari, tau-tau ngegelosor alias ngesot. Ban kotak pun tak kurang ruginya. Kalau saat jalan tegak sih enak bener. Tapi, Giliran mau nikung, permukaan ban yang menempel di aspal minim. Jika maksa rebah, pasti langsung mencium tanah. Sebaiknya naik turun lebar tapak ban jangan melebihi 1 tingkat. Misalkan velg depan 1,60×17 inci dengan ban standarnya 70/90-17 dapat diganti dengan ukuran ban 80/90-17 atau velg belakang 1,85x17inci dengan ban standarnya 80/90-17 dapat diganti dengan ban 90/90-17. Berikut Kombinasinya Yang Ideal :

 
Created By HolisgokiLz CORPORATION | CONSULTAN IT dan HACKER INTELEKTUAL | Tehnik Informatika 2009