Tampilkan postingan dengan label Renungkanlah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungkanlah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 November 2012

Kisah Nyata : ,.. BAPAK TUA PENJUAL AMPLOP ITU ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang bapak tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik.

Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Gan

esha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini.

Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun bapak itu tetap menjual amplop. Mungkin bapak itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.

Kehadiran bapak tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran bapak tua itu.

Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat bapak tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu bapak itu melariskan dagangannya.

Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri bapak tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkusa plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih.

Oh Tuhan, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi bapak tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya.

Bapak itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.

Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop.

Bapak itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. “Bapak cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu.

Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si bapak tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, bapak tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa.

Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.

Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat bapak tua itu untuk membeli makan siang. Si bapak tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis.

Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata.

Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di fesbuk yang bunyinya begini: “bapak-bapak tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”.

Si bapak tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka.

Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.

Dalam pandangan saya bapak tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si bapak tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.

Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si bapak tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si bapak tua.

Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si bapak tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ....

Jumat, 23 November 2012

Cinta Seorang Suami

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan Saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar dibahunya yang bidang.

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan,saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif
serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen.

Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.
"Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut.
"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan".

Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?

Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?".

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?"

Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok.".
Hati saya langsung gundah mendengar responnya.
Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan....

"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."

Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.
"Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya."

"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.".

"Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu."

"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu "teman baikmu" datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal."

"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi "aneh". Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami."

"Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu."

"Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu".

"Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena,saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku."

"Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu."
"Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. Aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu."

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.

"Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu."

"Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.".

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.

Oh, kini saya tahu,
tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu

Salam sayang untuk istriku...

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

 #BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

Kisah Anak diatas Kubur Neneknya

Suatu ketika, Yani diajak oleh ayahnya untuk mengunjungi wilayah pemakaman umum kaum muslimin di kota metropolitan, Jakarta. Mereka berputar sejenak dan kemudian mendapatkan makam yang dicari. Mereka duduk di depan seonggok nisan, “Hj. Muthia binti Muhammad, Lahir : 19 Januari 1915, Meninggal : 20 Januari 1965.”

Ayah Yani berkata, “Nak, ini adalah kuburan nenekmu, mari kita berdoa untuk kebaikan nenekmu.” Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya menengadah ke atas dan memejamkan matanya seperti halnya ayahnya. Ia mendengarkan doa ayahnya untuk neneknya.

Selesai berdoa, Yani bertanya, “Yah, nenek waktu meninggal berumur 50 tahun ya Yah ?” Ayahnya mengangguk sambil tersenyum sembari memandang pusara ibunya, Hj. Muthia.

“Hm, berarti nenek sudah meninggal 44 tahun yang lalu ya, Yah ?” kata Yani berlagak dengan menghitung dengan jarinya, “Ya, nenekmu sudah di dalam kubur selama 44 tahun…”jawab ayahnya

Yani memutar otaknya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana, di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut, “Muhammad Zaini, Lahir : 19 Februari 1804, Meninggal : 30 Januari 1910.”

“Hmm, kalau begitu, yang itu sudah meninggal 109 tahun yang lalu ya Yah ?” jarinya menunjuk nisan di di samping kuburan neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk, tangannya terangkat mengelus kepala anaknya satu-satunya sembari menatap teduh mata anaknya dan berkata, “Memangnya kenapa nak ?”

“Hmm, ayah semalam bilang bahwa kalau kita mati, lalu dikubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa. Dan ditempatkan pada parit dari parit-parit neraka. Begitu sebaliknya, kalau amal shalih kita banyak, kita akan mendapatkan kenikmatan dan tinggal di sebuah taman dari taman-taman jannah. Iya kan Yah ?” Yani meminta persetujuan ayahnya.

Ayahnya tersenyum dan bertanya, “Lalu ?” “Ya…kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa selama 44 tahun dong yah di kubur ? tetapi kalo nenek banyak amal shalihnya berarti sudah 44 tahun pula berada di taman dari taman-taman jannah….ya nggak Yah ?” mata Yani berbinar karena bisa mengemukakan pendapatnya kepada ayahnya.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas keningnya Nampak berkerut, tampaknya cemas, “Iya nak, kamu memang pintar.” Kata ayahnya pendek.

Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah. Setelah pulang, di atas sajadahnya, ayahnya merenungi perkataan anaknya. Lalu ia menunduk dan meneteskan air mata, kalau ia yang meninggal, lalu banyak dosanya, lalu kiamat masih 100 tahun lagi, masih 200 tahun lagi atau mungkin masih 300 tahun lagi ? sanggupkah ia selama itu menanggung derita di dalam kubur. Bukankah setelah bangkit dari kubur, siksa yang lebih dahsyat sudah menanti.

Ayah yani tertunduk dan berdoa berulang-ulang,
“Allahumma inni as’alukal ‘Afiyah fid dunya wal akhiroh.”
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keselamatan dan kebaikan, di dunia dan akherat.

Lelaki Yang Takut Jatuh Cinta

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Belum menikah?" tanya saya pada laki-laki di hadapan saya yang rautnya telah bertambah tua.Yat, teman saya ini, mungkin tak tepat untuk saya sebut sebagai teman sebab usia kami yang terpaut begitu jauh. Garis-garis dewasa -untuk saya menghindari kata tua- begitu nyata saya tangkap dariwajahnya. Kerutan ada di sekitar mata dan pipinya.

la menggeleng. Ini sudah jawaban paling baik yang saya dapatkan. Biasanya, kalau menghadapipertanyaan semacam itu, hanya senyum kecut yang ia berikan dan buru-buru mengajak beranjakpada pembicaraan lain.

Tentu anakmu sudah besar, ya, Wie!" gumamnya seraya menyelai jemari tangan. Mungkin iamenyembunyikan resah.

"°Ya, yang pertama masuk SD tahun ini. Kalau yang kecil, sekarang sudah empat tahun."

"Bahagia?"
Saya pikir, saya tak perlu menjawab pertanyaannya itu sebab definisi bahagia tiap-tiap orangmungkin berbeda. Lagi pula, apakah menjawab ya atau tidak itu sesungguhnya yang menjadipertanyaannya?

Saya hanya menangkap resah itu. Resah yang bisa dibaca nyaris di setiap geraknya, pandangannyayang tidak fokus dan sering berpindah-pindah sebagaimana juga pembicaraannya yang selaluberpindah dari satu topik ke topik yang lain, mengalir begitu deras."Tiga tahun lagi usiaku empat puluh. Sudah tua, ya ..?"

Saya segera menghitung umur saya sendiri. Oktober tahun lalu, seperempat abad telah terlampaui,dan saya pun telah merasa napas 'tua' merasuki raga saya. Lantas, apakah saya akan membantahkalimatnya bahwa perbedaan dua belas tahun itu tak cukup menyebutnya tua?

"Manusia boleh tua usia, Mas," hibur saya. "Yang penting, kan, semangatnya. Saya ingin tetapmuda kendati saya sendiri sekarang sudah mulai tua."

"Apa aku cukup pantas disebut bersemangat muda?" "Kenapa tidak?"

"Hm, entahlah, Wie mungkin takdirku sendiri begini.°"Maksudnya?'°

"Sebenarnya aku ingin menikah, tapi aku selalu takut jatuh cinta."

Lantas, tanpa menunggu reaksi saya atas kalimat yang 'mengejutkan' itu, ia telah berlalu darihadapan saya. la berjalan, menunduk. Dukanya mengais-ngais jalan. Memang terkadang menakutkan. Sungguh wajar baginya untuk mengatakan ia takut jatuhcinta. Yat-begitu biasa dia dipanggil kendati itu bukan potongan dari salah satu suku kata pembentuk namanya-memiliki pengalaman yang 'menyakitkan' dalam cinta.

Seperti remaja kebanyakan, saat usia SMA, ia pernah jatuh cinta pada seorang wanita, rekansekelasnya. Cinta monyet, kata orang. Namun untuk ukuran remaja, hubungan percintaan merekaterbilang awet. Cinta pertama yang begitu romantis, saling berkirim surat-kendati berbicaralangsung sebenarnya lebih praktis dan tanpa Maya karena keduanya yang berada dalam satu kelasselama tiga tahun sebagaimana romansa khas remaja.

Namun, di semester terakhir sekolahnya, si wanita menderita sakit parah dan berakhir pada kematian, tepat pada saat teman-temannya yang lain menempuh ujian SMA. Itulah yang membuat Yat kacau-balau menyelesaikan lembar lembar tes dan membuat ia tak bisa diterima di perguruantinggi mana pun.

Cukup lama Yat dicekam kesedihan oleh kepergian teman dekat tersebut. Dia yang tak jugamendapat pekerjaan selulus sekolah membuat kondisinya semakin memprihatinkan. Untunglah,pada akhirnya ia menemukan semangat hidup itu dan kembali bisa berdiri untuk memperjuangkan hidupnya. Meski tertatih-tatih, ia bisa keluar dari lingkaran duka itu dan memulai kembali sejarahnya.

Kali ini, tentu saja tidak ada yang bisa ia harapkan untuk kuliah. Bukan karena biaya, sebab keluarganya cukup mampu menopang kuliah, asalkan tidak dalam skala kelas atas. Nilalinya-seperti saya sebutkan-jeblok di penghujung sekolahnya.

Oleh karena itu ia memilih untuk terjun langsung dalam bursa kerja. Berbekal ijazah SMA, ia melamar dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya.

Saat telah bekerja, ia menjalin hubungan dekat dengan seorang gadis, rekan sekerja. Gadis yangbaik, sopan, lagi cantik rupawan. Orang tuanya telah merasa cocok saat Yat menyatakan inginmenikahi gadis tersebut. Namun apa lancar, belum lagi sampai berlangsung proses lamaran, si gadis menderita sakit parah dan kembali berujung pada kematian.

Yat terguncang. Ini pukulan kedua yang nyaris membuatnya hilang.

Semangatnya timbul tenggelam. Bergelung dalam kesedlihan itu, tubuhnya yang sempat gemuk itu kembali mengurus.Orang tuanya tak kalah sedih, bukan saja kehilangan calon menantu yang sesungguhnya telahmereka cintai pula, juga oleh ketidakstabilan Yat atas deraan penderitaan itu.

Hari-hari Yat adalah : murung yang murung. Semangat kerjanya hilang, demilkian juga semangat hidup.
Ini menyebabkan ia dikeluarkan dari pekerjaan, sesuatu yang sampai sekarang tak pernahdisesalinya karena ia tak pernah merasa kehilangan. Jilka ada hal besar yang hilang, kehilangan halkecil menjadi tidak terasa. Itu yang ia rasakan saat dipecat dan membuatnya luntang-lantung,menjadi preman kampung yang kerjanya nongkrong dari waktu ke waktu di perempatan jalan. Kaliini, cukup lama ia menemukan kembali dirinya yang hilang. Cukup sulit untuknya kembali bangkitsetelah tersungkur yang kedua kali.

Melewati usia tiga puluh tahun, ia kembali bekerja. Kali ini, ia menemukan tempat pelarian yangtepat dalam pekerjaan dan menjelma sebagai orang yang gila kerja. Segala pekerjaan dilakoninyauntuk melupakan kepahitan hidup.

Lantas, entah dari mana asalnya, kembali seorang gadis menyentuh kesunyian hatinya.

Kendati mulai ragu dengan perasaannya sendiri, pada akhirnya ia merasa jatuh cinta. Gadis itu telahmampu membuat serta kembali hadir di parasnya yang telah baya. Rasa cinta yang tutus berikutperhatian yang tiada habis membuat Yat kembali yakin untuk menikah. Sungguh, betapa orangtuanya bahagia mendapati anaknya telah memiliki keberanian kembali untuk mencintai seseorang,bahkan begitu perwira berniat untuk menikah.

Tak menunggu lama, lamaran pun digelar. Hari pemikahan ditentukan. Tak perlu menunggu apa punsebab semua telah ada. Sebagai seorang pekerja keras yang selalu lupa waktu jika sudah tenggelamdalam pekerjaan, Yat memiliki segala ikon keduniawian. Bukankah itu kompensasi yang tepat untukkegilaannya pada kerja? Ia tak perlu ribut soal biaya pernikahan sebab uangnya lebih dari cukupuntuk menggelar perhelatan akbar paling bergengsi sekalipun.

Wayang kulit telah dipesan. Janur pun telah didekor dengan meriah berikut segala perhiasan khasorang menikah. Pesta pernikahannya akan diawali dengan upacara akad nikah di siang harinya, dikantor KUA terdekat.

Orang-orang sudah berkumpul di kantor tersebut. Yat dan keluarganya, berikut kerabat saturombongan yang ingin menyaksikan peristiwa bersejarah seorang Yat. Bahagia di wajah masing-masing.

Lantas..waktu beranjak begitu melelahkan dalam penantian. Pengantin putri tak kunjung datang. Kemana? Semua kepala saling berganti melongok ke ujung jalan. Jam di tangan pun telah berapapuluh kali ditengok, berharap jarumnya berhenti agar waktu jangan segera lewat. Jam berganti danresah semakin berakar dalam sunyi.

Lantas, berita itu datang. Petir yang kesekian menyambar hidup Yat berkeping-keping.

"Di rumah sakit!" Kabar yang pertama.

"Mobil yang membawa rombongan pengantin wanita mengalami kecelakaan di perempatan kota."Kabar yang kedua.

Yat sudah mulai menjerit, bergema bergaung-gaung di ruang hatinya. Dalam pakaian pengantin, iamemburu ke rumah sakit. Benar adanya, si calon mempelai wanita terbaring di sana, bersama nyarisseluruh keluarganya. Semua terluka dalam kecelakaan maut itu. Sementara, mempelai wanita yangduduk di bangku depan mobil, tepat di samping sopir, mengalami luka paling parah. Sopirnyabahkan meninggal.

Kini, si cantik dengan make up terlihat pucat dan dandanan pengantin itu dikalungi begitu banyakselang, infus, dan oksigen bantuan pernapasan. Napasnya satu-satu.

Tak cukup bilangan waktu itu. Maut menjemput segera. Yat tergugu saat garis lurus mewarnaimonitor pendeteksi jantung sang pengantin. Serasa napasnya turut terhenti dan dunianya habis.

Gelap. la meraung di ruang gelap matanya, pingsan.

"Belum menikah, Mas?" tanya saya beberapa tahun lalu dan selalu saya hanya mendapat jawaban serupa, senyum kecut. Lantas, biasanya, disertai sengal dan napas yang berat dihela, ia akanmengajak beranjak pada perbincangan yang lain.

Tapi kali ini saya telah bertekad untuk tidak mau beranjak begitu lekas. Saya masih mencari jawabannya. Akhirnva.

"Aku takut jatuh cinta, Wie! Setiap wanita yang kucintai selalu meninggal dengan cara yang tragis,°` alasannya, dengan pandangan yang segera dibuang ke jurusan lain, selanjutnya memaku ke tanah.Luka yang begitu bernanah. "Itu hanya kebetulan saja, hibur saga, memahami dalamnya duka itu.

"Kebetulan? Tidak cukupkah tiga nyawa menjadi bukti?" "Itu bukan bukti. Nyatanya, tidak adamanusia yang tidak memiliki jodoh. Itu janji Allah."

"Karena engkau tidak mengalami seperti yang kualami."*

Saya tepuk bahunya. "Karena saya bukan orang pilihan, Mas. Engkaulah yang dipilih Allah untuksanggup menghadapi cobaan semacam ini.°"

"Kaucoba membesarkan hatiku?"

"Saya tak perlu membesarkannya sebab sesungguhnya hatimu jauh lebih besar dari yang kauduga.Engkau orang istimewa, Mas, karena itu Allah mengujimu dengan yang begini berat."

"Tapi aku tak akan menikah, Wie, seberapa pun kuatnva engkau merayuku."

"Ini tidak merayu, Mas, karna menikah adalah separo dari agamamu."

Beberapa tahun setelah peristiwa tragis itu.

Saya tidak tahu dari jalan mana hidayah itu datang. Semua memang rahasia. Preman kampung yang sempat luntang lantung itu kini menjadi preman masjid kawakan. Aura religius begitu tertangkap diparasnya yang telah menua.

"Aku melarikan diri ke sini, Wie! Tuhan begitu menenteramkan. Maka, kendati takdirku hidupsendiri, aku merasa tidak kesepian sebab ada Dia yang selalu menemani. Saat sepi, adakah yanglebih indah dari rasa ditemani? Saat berduka, adakah yang lebih nyaman dari rasa berkawan?Sesungguhnya, Dia adalah kawan yang tak pernah pergi, sahabat yang tak pernah berkhianat."

Saya tersenyum, kecut, bahwa dirinya belum juga memiliki keberanian untuk menikah.

"Orang yang kucintai selalu meninggal sebelum menikah."

"Mereka memang bukan jodohmu, Mas, sebab Allahh tengah menyiapkan yang lebih baik, yanglebih pantas untuk orang setegar dirimu."

"Apa itu ada, Wie!"

"Tidak ada manusia yang diciptakan tidak memiliki jodoh, Mas."

"Tapi, bagaimana aku akan menikah, sedangkan aku selalu takut untuk jatuh cinta."

"Mengapa harus takut?"

"Itu pertanyaan konyol. Wie! Engkau tidak mengalami seperti yang aku alami."

"Kalau begitu adanya, mengapa tidak menikah saja dengan orang yang tidak kaucintai?"

"Kau ngaco!"

"Menikah tidak harus diawali dengan cinta, bukan?"

Rautnya telah begitu tua saat duduk di pelaminan. Namun, binar itu, siapa tidak percaya bahwa itubinar yang hanya dimiliki oleh anak muda? Seorang gadis muda duduk menyandingnya di sana.Usia dua mempelai itu terpaut begitu jauh.

Yat, tahun ini menginjak usia tiga puluh delapan tahun, sedangkan ia gadis belum lama beranjakdari angka dua puluh.

Keduanya dipertemukan oleh seorang ustaz, melewati masa taaruf singkat,tanpa.sebelumnya saling mengenal. Jodoh memang ajaib. Akhwat yang menyanding Yat ini adalahseorang aktivis dakwah kampus. Belum lagi selesai kuliahnya, tetapi ia mantap mendampingi hidupseorang Yat.

Apa yang akan saya sebutkan dari kebaikan wanita ini? Kaya, rupawan, salihah, mahirah. Memangsungguh, akhwat semacam inilah yang tepat untuk orang setegar dan sehanif Yat. Bukankah Yat takperlu khawatir wanita yang dicintainya akan 'meninggai dunia' sebelum menikah Ya. sebab Yatbaru belaiar 'mencintai' wanita itu setelah ia menikah.

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
 
 #BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

Adakalanya Kenyataan Tidak Seindah Impian

Sahabat Rahimakumullah....Dari kehidupan yang telah kita lalui pastilah banyak pengalaman pahit ,getir ataupun manis yang kita rasakan,yang seharusnya ini justru menjadi pengobar semangat kita dalam menggapai impian,

Kehidupan ini memang terkadang tidak seperti yang kita harapkan,kadangada kalanya kita terlepas dari sesuatu yang menjadi impian kita.

Tapi
andaikan kita terlepas apa yang menjadi impian kita,jangan menempatkan kesedihan di lubuk hati,dan jangan pula engkau menghapus impian itu.biarpun serasa impian jauh dari genggaman.

Apabila kita menempatkan sebuah impian di hati,maka harus dengan segala kekuatan kita harus mewujudkanya dan jangan sesekali terputus di tengah jalan.

Adakalanya memang kita terkadang terfikir akan adanya momok kegagalan yang akan menyongsong di depan,ingatlah malam,malam tidak selalunya gelap ...akan datang sinar rembulan yang akan menyinari,bukankah ia begitu indah ??

Andai dua tiga kali kita gagal,jangan pernah ada kata putus asa,mungkin ini cara ALLAH AZZA WA JALLA untuk lebih mengentalkan semangat kita,ingatlah ALLAH tidak meninggalkan kita.Dengan ini mungkin kita akan lebih bisa menanamkan benih benih kesabaran dalam diri kita.

Jangan terlalu larut dalam kesedihan,ALLAH AZZA WA JALLA lebih mengetahui batas kekuatan kita untuk memikul suatu beban.

Sahabat SEHB....ALLAH tidak menjanjikan sebuah pelayaran yang indah,Tapi ALLAH AZZA WA JALLA menyiapkan sebuah tempat yang teduh,bagi hamba-NYA yang sabar dalam mengarungi perjalanan hidup.

INGATLAH SEGALA SESUATU AKAN INDAH PADA WAKTUNYA..
insya Allah Bermanfaat

Motivasimu Dan Renungkanlah

Subhanallah...
Sahabat .."Gambar yg disertakan menunjukkan bayi yg baru saja lahir berserta kantung air ketubang yg masih dalam keadaan baik.

Gambar ini berbicara supaya kita semua berfikir bagaimana ALLAH AZZA WA JALLA menjadikan lendir
an-lendiran ini sebagai wakil (pelindung) dari seorang janin tatkala ia berada di dalam kandungan ibunya,di saat dia tidak punya siapa-siapa melainkan ALLAH AZZA WA JALLA."

Seorang ulama pernah menyebut: "Tawakkal seorang bayi sangat tinggi melangit,dibandingkan tawakkal kita kepada ALLAH AZZA WA JALLA,bayi tidak mampu berbuat apa-apa dan menyerahkan takdir sepenuhnya untuk diperlakukan apapun,utk dibuang,digugurkan,dibunuh dsb.Tapi ALLAH AZZA WA JALLA Maha Pelindung,sekiranya berkehendak sebaliknya,maka dikirimlah malaikat penjaganya.

Gambar yg cukup mengkagumkan dan membuatkan kita terfikir akan keajaiban ciptaan & kuasa ALLAH AZZA WA JALLA.

itulah kekuasaan ALLAH AZZA WA JALLA.

Wanita Dan Air Mata

Itulah kenapa perasaan seorang wanita sangat peka … Allah menciptakannya dengan 9 perasaan dan 1 akal dia selalu mengutamakan perasaannya ketika ia hadapi sebuah permasalahan.

Tak heran ketika perasaannya sedang galau air matanya pun tertumpah..bukan karena ia cenggeng tapi dengan air mata itulah ia meluapkan segala rasa yang ada didadanya beban kehidupannya dan perma

salahan yang dihadapinya

Kenapa Allah menciptakan wanita begitu utama… ia berikan sebuah bahu yang begitu kokoh menahan beban dunia dan isinya dan ia jadikan bahu itu begitu nyaman n menenangkan ketika ia harus menopang kepala bayi yang sedang tertidur.

Allah ciptakan wanita dengan kekuatan tuk bertahan ketika yang lain menyerah dan putus asa pada keadaan karena ia yakin akan sebuah harapan.

Diciptakannya ia begitu sabar hadapi cercaan dari bayi yang dilahirkannya dari rahim

Allah berikan ia kesabaran tuk selalu memberikan perhatian n kasih sayang pada keluargannya walau dirinya letih ia tetap berjuang tanpa kenal lelah dan kadang menahan sakit namun ia tak pernah berkeluh kesah.

Cinta yang diberikan bagi putra putrinya tak terbatas ia hanya tulus memberi dan tak pernah mengharap kembali.. walau kadang ia tersakiti dan dicaci maki namun setiap saat n keadaannya ia begitu bearti tak pernah sakit hati walau hatinya sering kali dilukai. Diberikannya selalu kehangatan pada buah hati dengan belaian lembutnya ia menidurkannya.

Ia sebagai penyemangat dan kekuatan tuk membimbing suami ketika masa sulit yang dihadapinya bukankah wanita dicipta dari tulang rusuk laki laki. Bukankah tugas sebuah tulang rusuk adalah tuk melindungi jantung dan hati agar ia selalu aman dan tak terkoyak.

Satu kekhususan yang Allah berikan pada wanita… AIR MATA … karena dengan air mata wanita bisa menumpahkan perasaannya kapanpun ia membutuhkannya… bukan sebuah kelemahan disana ketika wanita menangis tapi air mata itu adalah sebuah air mata kehidupan.

Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda, "Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia".

Oleh karena itulah wahai ikhwan jadikan jangan kau siakan wanita.. ingatlah kau juga dilahirkan dari rahim ibumu yang juga seorang wanita… jika kau melukai hati wanita itu sama halnya kau lukai hati ibumu.

Jadi, lelaki dan wanita ada kelebihan dan kekurangan.Itulah sebab kita di jadikan supaya dapat melengkapi antara satu sama lain.Segala amalan yg kita lakukan tetap akan di balas walau sebesar zarah..

Semoga Risalah ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin Ya Robbal'Alamiin

Sabtu, 17 November 2012

Renungan Suci Kasih Sayang Ibu

Renungan Suci Kasih Sayang Ibu Hayatilah, dan renungkanlah apa yang sang coretan rizal ketikan yang tak berarti ini, hayatilah semua isinya.. demi kesadaran kita semua… Harapan coretan rizal adalah kalian selalu sadar arti hidup, kasih sayang yang begitu besar dari ibu untuk kalian…

Kita sebagai mahluk hidup, pasti pernah merasakan tergores sebilah pisau, dan sangat merasakan begitu perihnya ketika kita terkena sayatan pisau!! Bayangkanlah saudaraku jika kalian pergi ketempat dimana kalian tidak mengenal tempat itu, dan disana kalian di kepung oleh puluhan, ribuan, jutaan, bahkan triliunan manusia yang mengepung kalian, mereka membawa samurai, pedang, arit, golok, dan sebagainya untuk menghujam kamu!! Bayangkan begitu sakitnya kalian di keroyok oleh mereka di hujam kamu dengan benda-benda tajam yang selalu menyayat kalian, darah bercucuran, tetapi kalian tidak mati dan tetap merasakan kesakitan yang begitu luar biasa perih dan sakitnya saudara-saudaraku!!!

Bayangkanlah sejenak, masuklah dalam duniaku untuk kesadaran kalian… Hayati satu per satu coretan kecil ini untuk kalian semua… Bayangkan begitu besar cinta ibu kalian kepada kalian, kasih yang diberikan kepada kalian yang begitu besar begitu berarti untuk kalian…

Sepintas saya berani bertaruh untuk kalian, jika kalian disuruh ibu kalian pasti kalian banyak yang membantah apa yang diinginkan oleh ibu kalian ?? Bayangkan saudaraku kasih yang diberikan ibu kalian untuk kalian merawat kalian dari kandungan, sembilan bulan mengandung kalian, di jaga, dirawat kandungan ibu kalian demi kehidupan kalian, mempertaruhkan nyawanya demi kehidupan kalian!! Apakah kalian pernah berfikir tentang itu ??? coretan rizal pasti bertaruh banyak sebagian pembaca ini tak pernah membayangkan begitu perihnya ibu kalian yang mengandung kalian!!!

Bayangkan saudaraku, sembilan bulan ibu kalian mengandung kalian, melahirkan kalian mempertaruhkan nyawanya untuk kalian, mengeluarkan kalian dari lubang vaginanya, mempertaruhkan hidupnya untuk kalian, kalian tau rasanya ibu kalian mengeluarkan kalian dari lubang vagina ibu kalian ?? sakitnya melebihi disayat-sayat oleh triliunan juta yang merobek-robek tubuh kalian… demi harapan kalian bisa menjadi anak yang berarti untuk orang tua, bangsa dan Negara kita!!!

Apa kalian merasa sudah ber-arti untuk orang tua kalian ?? Apakah disaat ibu kalian menyuruh kalian, dan kalian selalu menurut apa perintah ibu kalian ?? coretan rizal berani bertaruh untuk kalian, pasti kalian selalu membantah apa yang diinginkan ibu kalian!!! Bayangkan saudaraku, darah bercucuran dari lubang vagina ibu kalian, sakit, perih, yang luar biasa sakitnya, merobek lapis demi lapis lubang vagina untuk kalian hidup, nyawapun taruhanya demi keselamatan kalian, menangis menjerit dan penuh harapan agar kalian kelak bisa menyayangi dia “IBUMU” Apakah kalian tidak puas dan selalu merasa puas menyiksa ibu kalian ?? Bayangkan saudaraku, setelah dilahirkan, membesarkan kalian dengan kasih sayang, tahan mengutang demi setetes susu kalian, menyekolahkan kalian, hingga kalian menjadi orang yang ber arti untuk diri sendiri dan orang tua kalian…

Bayangkan saudaraku begitu sulitnya ibu kalian, mengurus kalian, menggantikan popok kalian, mencebokan kalian disaat kalian buang air besar, memandikan kalian, dan memberi makan kalian, tetes keringat lelah yang bercucuran dari wajah indahnya ibu kalian tapi ibu kita selalu ceria dan penuh harapan agar kalian berguna bagi dia.

Renungkanlah Wahai Sahabatku

semoga kita termasuk dalam orang2 yang khusnul khotimah....amien....
Tatkala masih dibangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam ling kungan yang baik. Aku selalu mendengar doa ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang.

Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang. Aku sungguh heran, bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri : "Alangkah sabarnya mereka...setiap hari begitu...benar-benar mengherankan! " Aku belum tahu bahwa disitulah kebahagiaan orang mukmin dan itulah shalat orang orang pilihan.

Mereka bangkit dari tempat tidurnya untuk munajat kepada Allah. Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah padahal berbagai nasehat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu. Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan di kota yang jauh dari kotaku. Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing. Disana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur'an.

Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati. Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol. Di samping menjaga keamanan jalan,tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan. Pekerjaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi. Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. Aku bingung dan sering melamun sendirian ... banyak waktu luang ... pengetahuanku terbatas.

Aku mulai jenuh ... tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk penganiayaan lain. Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah sebuah peristiwa yang hingga kini tak pernah aku lupakan. Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas disebuah pos jalan. Kami asyik ngobrol ... tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengedarkan pandangan.

Ternyata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah yang berlawanan. Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban. Kejadian yang sungguh tragis. Kami lihat dua awak salah satu mobil dalam kondisi kritis. Keduanya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah. Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan. Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat. Ucapkanlah "Laailaaha Illallaah ... Laailaaha Illallaah .." perintah temanku. Tetapi sungguh mengerikan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu.

Keadaan itu membuatku merinding. Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat ... Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat. Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini. Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi ... keduanya tetap terus saja melantunkan lagu. Tak ada gunanya ... Suara lagunya terdengar semakin melemah ... lemah dan lemah sekali.

Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak ... keduanya telah meninggal dunia. Kami segera membawa mereka ke dalam mobil. Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatahpun. Selama perjalanan hanya ada kebisuan. Hening... Kesunyian pecah ketika temanku mulai bicara.Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su'ul khatimah (kesudahan yang buruk). Ia berkata "Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk.. Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia. "Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku islam. Ia juga berbicara bagaiman seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.

Perjalanan kerumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat. Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat khusyu' sekali. Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu. Aku kembali pada kebiasaanku semula ... Aku seperti tak pernah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu yang lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala. Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pernah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu.


Kejadian yang menakjubkan !. Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu .... sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku. Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota. Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri dibelakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itupun langsung tersungkur seketika. Aku dengan seorang kawan, bukan yang menemaniku pada peristiwa pertama cepat-cepat menuju tempat kejadian.

Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapat penanganan.Dia masih sangat muda, wajahnya begitu bersih.Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya. Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an ... dengan suara amat lemah. "Subhanallah ! dalam kondisi kritis seperti itu ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an ? Darah mengguyur seluruh pakaiannya, tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati.

Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan suaranya yang merdu.Selama hidup, aku tak pernah mendengar bacaan Al-Qur'an seindah itu. Dalam batin aku bergumam sendirian "Aku akan menuntunya membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu ... apalagi aku sudah punya pengalaman." aku meyakinkan diriku sendiri. Aku dan kawanku seperti terhipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur'an yang merdu itu.

Sekonyong-konyong sekujur tubuhku merinding, menjalar dan menyelusup ke setiap rongga.Tiba-tiba, suara itu terhenti. Aku menoleh kebelakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, degup jantungnya, nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meningal. Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku. Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah meninggal. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya.

Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis air mataku deras mengalir.Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan..Sampai di rumah sakit .....Kepada orang-orang di sana, kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan.

Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya. Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan di shalatkan. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah. Semua ingin ikut menyolatinya. Salah seorang petugas rumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantar jenazah hingga ke rumah keluarganya. Salah seorang saudaranya mengisahkan, ketika kecelakaan, sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari senin. Disana almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin. Ketika terjadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian.

Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang dia santuni. Bahkan juga membawa permen untuk dibagikan kepada anak-anak kecil. Bila tiba saatnya kelak, kita menghadap Allah Yang Perkasa. hanya ada satu harap, semoga kita menjadi penghuni surga. Biarlah dunia jadi kenangan, juga langkah-langkah kaki yang terseok, di sela dosa dan pertaubatan. Hari ini, semoga masih ada usia, untuk mengejar surga itu, dengan amal-amal yang nyata : "memperbaiki diri dan mengajak orang lain " Allah Swt berfirman: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung.

Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (QS. Al-Imran :185) Rasulullah Saw telah mengingatkan dalam sabadanya, "Barangsiapa yang lambat amalnya, tidak akan dipercepat oleh nasabnya." Saudaraku Siapa yang tau kapan, dimana, bagaimana, sedang apa, kita menemuai tamu yang pasti menjumpai kita, yang mengajak menghadap Allah SWT,Orang yang cerdik dan pandai adalah yang senantiasa mengingat kematian dalam waktu waktu yang ia lalui kemudian melakukan persiapan persiapan untuk menghadapinya.

Begitulah hendaknya engkau nasehati dirimu setiap hari karena engkau tidak menyangka mati itu dekat kepadamu bahkan engkau mengira engkau mungkin hidup lima puluh tahun lagi, Kemudian engkau menyuruh dirimu berbuat taat, sudah pasti dirimu tidak akan patuh kepadamu dan pasti ia akan menolak dan merasa berat untuk mengerjakan ketaatan. Nasehat ini terutama untuk diri saya sendiri,dan saudara-saudaraku seiman pada umumnya. Jazakumullah khairan katsiran Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Kamis, 05 Juli 2012

Kamu yang selalu baik dan perhatian atas kekurangan ini....
kamu yang selalu sabar atas kebodohan diri ini....
Kamu yang terbaik, tapi aku abaikan....
Dan ketulusanmu kini harus kau berikan kepada orang yang tepat untuk kebahagianmu....

Aku tidak kuat lagi melihatmu selalu tersakiti oleh diri ini....
Kamu yang harus menemukan seseorang untuk mengobati semua rindu dan rasa sakit hatimu....
Yang mau menerima kelebihanmu dengan ikhlasnya hati....
Dan dengan dia kamu dapat mencurahkan segenap isi hatimu....

Semoga saja kamu dapati hati yang tulus mencintaimu....
Aku hanya orang yang beruntung dapat mengenal dirimu....
Maafkan aku, yang tidak mampu menjaga cinta dan rasa sayangmu....
walau sesungguhnya aku menyayangimu....

Aku tak ingin kau terluka karena mencintaiku....
Hapuslah air matamu dan lupakanlah aku....
Dan ingat satu hal !
Kamu adalah wanita cerdas, cantik dan baik hati....

Jadilah Wanita yang solehah...!
Dengan tidak mementingkan urusan cinta kepada makhluk Tuhan saja!
Berdoalah kepada-Nya,!Agar kamu diberikan jodoh yang baik pula,
Yaitu seorang Suami "bukan pacar" ...!

Aku baru sadar, Selama ini aku mengerti Islam....
Tapi aku tidak mengamalkan Islam dalam hidup, selama ini....
Cukup apa yang telah aku lakukan denganmu....
Menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi diri ini....

Saat kamu menemukan seseorang yang tepat...
Kuharap dia adalah yang terbaik untukmu...
Terbaik untuk menuju keridhoan Allah...
Mendampingimu sampai akhir nanti....
Membawamu menuju jalan yang dapat membuatmu bahagia dunia akhirat....

Terimaksih atas apa yang kamu berikan padaku...
Aku tidak akan melupakannya....
Kamu sudah masuk kedalam bagian sejarah hidupku....

Rabu, 13 Juni 2012

Cara Mengetahui Apakah Cewek Perawan Atau Tidak



Keperawanan seorang gadis bagi sebagian atau mungkin bisa dibilang kebanyakan cowok merupakan hal yang mutlak atau penting selain darai wajah yang cantik dan yang penting ke imanan nya, karena untuk memelihara kesucian keturunan kela. tapi untuk mengetahui apakah gadis tersebut masih perawan atau sudah tidak perawan lagi sangat sulit kecuali kejujuran dari cewek tersebut dan juga uji coba langsung. Tapi kebanyakan cewe sangat sulit untuk mengakui dirinya masih virgin atausudah tidak virgin karena dia takut jika orang yang dicintai nya tahu bahwa dia sudah tidak virgin akan meninggalkan nya. Adapun untuk uji coba langsung atau melakukan hubungan suami istri tapi sebelum menikah adalah termasuk 7 dosa besar yang sangat di murkai oleh Allah dan juga akan merusak kesucian keturunan dan akan berdampak buruk secara psikologis.. Berikut Ini Tips membedakan cewe yang masih virgin atau cewe yang belum pernah tersentuh laki-laki..
Untuk lebih spesifik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya:

Keajaiban Tulang Bisa Hidup Kembali


Subhanallaah ….
Rahasia kebenaran Al-Qur’an terungkap lagi, ditemukan dan terus ditemukan! Hari kebangkitan, dimana umat manusia akan dihidupkan oleh Allah setelah hari kiamat, oleh umat dulu jaman nabi-nabi tidak dipercayai karena tidak masuk akal mereka. Bagaimana orang mati yang tulang-belulangnya sudah hancur bisa hidup lagi? Kita pun selama ini hanya iman saja atas kekuasaan Allah dan keterangan ayat Qur’an yang dijamin kebenarannya. Kini, terungkap sudah, ilmu bisa menjelaskannya. Rahasianya ada pada tulang ekor manusia!! Subhanallah …!
“Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk” (QS. Yasin : 78-79).

Jumat, 08 Juni 2012

Wanita Penyejuk Hati

Jadilah Wanita Sholehah

Kamu yang selalu baik dan perhatian atas kekurangan ini....
kamu yang selalu sabar atas kebodohan diri ini....
Kamu yang terbaik, tapi aku abaikan....
Dan ketulusanmu kini harus kau berikan kepada orang yang tepat untuk kebahagianmu....

Aku tidak kuat lagi melihatmu selalu tersakiti oleh diri ini....
Kamu yang harus menemukan seseorang untuk mengobati semua rindu dan rasa sakit hatimu....
Yang mau menerima kelebihanmu dengan ikhlasnya hati....
Dan dengan dia kamu dapat mencurahkan segenap isi hatimu....

Semoga saja kamu dapati hati yang tulus mencintaimu....
Aku hanya orang yang beruntung dapat mengenal dirimu....
Maafkan aku, yang tidak mampu menjaga cinta dan rasa sayangmu....
walau sesungguhnya aku menyayangimu....

Aku tak ingin kau terluka karena mencintaiku....
Hapuslah air matamu dan lupakanlah aku....
Dan ingat satu hal !
Kamu adalah wanita cerdas, cantik dan baik hati....

Jadilah Wanita yang solehah...!
Dengan tidak mementingkan urusan cinta kepada makhluk Tuhan saja!
Berdoalah kepada-Nya,!Agar kamu diberikan jodoh yang baik pula,
Yaitu seorang Suami "bukan pacar" ...!

Aku baru sadar, Selama ini aku mengerti Islam....
Tapi aku tidak mengamalkan Islam dalam hidup, selama ini....
Cukup apa yang telah aku lakukan denganmu....
Menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi diri ini....

Saat kamu menemukan seseorang yang tepat...
Kuharap dia adalah yang terbaik untukmu...
Terbaik untuk menuju keridhoan Allah...
Mendampingimu sampai akhir nanti....
Membawamu menuju jalan yang dapat membuatmu bahagia dunia akhirat....

Terimaksih atas apa yang kamu berikan padaku...
Aku tidak akan melupakannya....
Kamu sudah masuk kedalam bagian sejarah hidupku....

 
Created By HolisgokiLz CORPORATION | CONSULTAN IT dan HACKER INTELEKTUAL | Tehnik Informatika 2009