karena itu, kesadaran untuk menurunkan berat badan juga meningkat di
tengah masyarakat. selain itu untuk menghindari penyakit, upaya
menurunkan berat badan juga biasanya dilakukan demi penampilan. namun,
upaya diet sering gagal ditengah jalan dan tidak mencapai hasil
maksimal.
menurut Eko Dwi Murtini D.C.N., ahli gizi RSU dr. SoetomoSurabaya,
diet yang baik bukan bearti tidak makan malam. “makan tetap tiga kali
sehari tapi porsinya yg dikurangi.” katanya.
yang juga harus dikurangi adalah konsumsi gorengan dan makanan tinggi
lemak. dianjurkan pula mengonsumsi protein nabati dan memperbanyak
konsumsi buah dan sayuran. “buah dan sayuran mengandung banyak serat dan
vitamin sehingga memperlancar metabolisme tubuh,” jelasnya.
bagi mereka yang berniat diet, sarapan sangat dianjurkan. sebab,
energi dari makan pagi itu akan dipakai untuk beraktivitas. selain itu,
dengan sarapan diharapkan keinginan ngemil berkurang sehingga kadar gula
darah juga terjaga.
selain makan tiga kali sehari, dua kali makan snack dinilai wajar.
yang perlu diingat, antara makan dan snack harus ada interval 3,5 jam.
misalnya, bila sarapan pukul 07.00, snack I sebaiknya pukul 10.30.
dianjurkan makan siang 3,5 jam kemudian (14.00). selang 3,5 jam
berikutnya, snack II boleh dilakukan, dan makan malam 3,5 jam kemudian.
jadi, diet tidak berarti pantang makan malam. hanya, porsinya harus
lebih kecil daripada sarapan dan makan siang. jika masih lapar, bisa
ditambahkan sayuran atau buah. “susu juga boleh dikonsumsi asalkan yang
rendah lemak,”
susu bisa dikonsumsi sehari sekali, pagi atau malam. bila dikonsumsi
pagi, diharapkan keinginan ngemil akan berkurang. bila dikonsumsi malam
hari, susu diharapkan bisa menambah rasa kenyang.
banyak yang gagal diet karena tidak memperhatikan berapa lama makanan
berubah menjadi energi. contohnya makan malam dengan nasi putih dan
daging. nasi putih berubah menjadi energi setelah 3-4 jam. lauk hewani
berubah menjadi energi setelah enam jam. yang seringkali terjadi pelaku
diet tertidur sebelum makanan tersebut belum menjadi energi. “akibatnya,
makanan tadi menjadi timbunan lemak.”
diingatkan pula, pola makan perlu diimbangi dengan aktivitas fisik.
tidak harus berolahraga, aktivitas fisik bisa berupa kegiatan sehari
hari di rumah, misalnya mencuci mobil, setrika, menyanyi, menari, atau
mengecat rumah.
source: Radar Lampung



03.27
Unknown
Posted in: 


0 komentar:
Posting Komentar
tolong komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada